Laman

Sabtu, 14 Mei 2016

Ragi

jenis mikroorganisme yang terdapat dalam ragi adalah Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Candida sp., Saccharomyces cerevicae, Saccharomyces verdomanii, dan lain-lain (Syarief, 2011). Ragi tape merupakan populasi campuran mikroba yang terdapat beberapa jenis yaitu genus Aspergillus, genus Saccharomises, genus Candida, genus Hansnula, sedang bakterinya adalah Acetobacter (Widodo, 2011). Dijelaskan lebih lanjut bahwa Aspergillus dapat menyederhanakan amilum, sedangkan Saccharomyces, Candida dan Hansnula dapat menurunkan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya. Acetobacter mengubah alkohol menjadi cuka.
Ragi juga dikenal sebagai probiotik alternatif yang bisa terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. beberapa percobaan ragi juga bisa dijadikan fermentator untuk pakan ternak dan hasilnya lumayan meningkatnya bobot.
Ragi pernah seorang master mengungkapkan menggunakan probiotik ragi ini sebagai herbisida organik. hanya dengan pencairan 1 : 10 akan menjadikan efek untuk membunuh rumput/gulma. akan tetapi lama tapi pasti lama jadi kembali...
sedangkan kandungannya kebanyakan protein dan glukosa serta vit B.
Mari kembangkan kembali dengan diskusi... he... he....
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

Rabu, 11 Mei 2016

Ampas Tahu

Ampas Tahu adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ampas Tahu mengandung energi sebesar 414 kilokalori, protein 26,6 gram, karbohidrat 41,3 gram, lemak 18,3 gram, kalsium 19 miligram, fosfor 29 miligram, dan zat besi 4 miligram. Selain itu di dalam Ampas Tahu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,2 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Ampas Tahu, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
susunan kemanfaatan ampas didunia pertanian.
1. dapat dijadikan campuran kompos.
2. dibuat pupuk cair
3. pakan ternak dan ikan
4.isian biogas
maaf tidak bisa panjang2 coz keyboardnya rusak...
Suka
Komentari

Sente/Talas

ak 86 %.
susunan kemanfaatan ampas didunia pertanian.
1. dapat dijadikan campuran kompos.
2. dibuat pupuk cair
3. pakan ikan
4.isian biogas
Suka
Komentari

Suraung/Kemangi

n anetol. Dengan kandungan yang banyak dari daun kemangi tersebut, tentu saja pastinya khasiat daun kemangi akan kita dapatkan terutama untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat.
Tabel Komposisi Kimia Daun Kemangi per 100 gram Bagian yang Dapat Dimakan
Nilai Gizi Jumlah
Kalori (kal) 4,3
Protein (g) 3,3
Lemak (g) 1,2
Karbohidrat (g) 7,0
Kalsium (g) 320
Fosfor (g) 38
Besi (mg) 4,8
Β-karoten (µg) 4500
Thiamin (mg) 0,08
Riboflavin (mg) 0,35
Niasin (mg) 0,008
Asam askorbat (mg) 27
Air (%) 86,5
Kemangi sebenarnya merupakan hibrida yang digolongkan antarjenis selasih yakni Ocmum Americanum dan juga Ocinum Basilicum. Kemangi juga banyak dikenal dengan nama ilmiah Ocimum Basilicum Var. Anisatum Benth. Wewangian khas daun kemangi ini bersumber dari senyawa sitrat yang ada terutama pada bagian bunga dan daunnya. Tak hanya atsiri, daun kemangi juga mengandung sejumlah senyawa penting antara lain: senyawa 1-8 sineol, zat arigin, senyawa anetol, zat flavonoid, boron, stigmasterolnya, eugenol, betakaroten, magnesium, Zat triptofan, dan masih banyak lagi lainnya.
1. bisa dimakan
2. dibuat mol sekaligus pestisida
3. pakan ternak
Suka
Komentari

Keong Mas

Kuliah tentang Keong Mas
dalam berbagai penelitian dilaporkan bahwa kandungan gizi keong mas cukup tinggi. Tepung daging keong mas mengandung protein sebesar 15,15%; lemak kasar 0,79%; Kalsium (Ca) 29,33%; dan phospos 0,13%; sedangkan cangkang keong emas mengandung protein 2,94%; lemak kasar 0,12%; Kalsium (Ca) 29,35%; dan phospos 0,19%.
tahukah anda banyak petani menganggap ini hama... padahal manfaatnya bisa untuk pertanian (kandungan asam amino dan kapur serta zat perangsang tumbuh seperti monster) dan peternakan (sebagai campuran pakan jika dibuat tepung).
Suka
Komentari

Garam

Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama dari garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam. salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut.
Unsur hara (garam-garaman) yang terkandung dalam air laut berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman, yang ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Semua tanaman hijau memerlukan seperangkat dasar hara mineral yang sama dan berbagai unsur digunakan oleh tanaman yang berbeda untuk menghasilkan tujuan akhir yang sama. Tanaman tingkat tinggi membutuhkan 16 jenis hara esensial yang terdiri atas kelompok hara makro dan mikro, meskipun pengelompokan tersebut masih diperdebatkan karena hara mikro tertentu dapat menjadi hara makro untuk tanaman lain.
Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur-unsur esensial. Unsur-unsur esensial ini berkaitan dengan pembuatan pupuk, diantaranya sebagai bahan dasar dan harus melalui pengolahan lebih lanjut.
Pada umumnya pupuk yang mengandung garam-garaman tersebut (Na, Mg, Ca, K) berpengaruh baik terhadap tanaman misalnya pada kalsium, pada proses sintesa protein dibutuhkan untuk pembelahan dan pembesaran sel-sel tanaman, di samping dapat menetralkan asam-asam organik yang dihasilkan pada proses metabolisme tanaman sehingga tanaman terhindar dari keracunan. Selain berpengaruh pada pembentukan Net pada tanaman melon, elemen ini berperan dalam menaikkan pH.Dengan demikian unsur yang terdapat dalam air laut sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan pembuat pupuk
Suka
Komentari

Tulang Ikan

Kuliah untuk hari ini masih permintaan kang Ringga Doank mengenai tulang ikan.
Menurut anonymous (2011) tepung tulang secara umum memiliki kandungan sebagai berikut:
· Protein : 25,54%
· Lemak : 3,80%
· Serat : 1,80%
· Air : 5,52%
· Kalsium : 46,34%
· Phosphat : 17%
Dibalik itu semua, ikan sisa atau ikan-ikan yang terbuang itu ternyata masih dapat dimanfaatkan, yaitu sebagai bahan baku pupuk organik lengkap, yakni pupuk dimana kandungan unsur-unsur makronya terbatas (tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman) dan harus dilengkapi dengan penambahan unsur lainnya sehingga kandungan N (nitrogen)-P (fosfor)-K (kalium)-nya sesuai yang dibutuhkan. Sebagai mana kita ketahui, untuk dapat tumbuh dan berkembang, tanaman perlu nutrisi secara lengkap dan bentuk unsur hara makro yang terdiri dari makro primer seperti N-P-K, serta makro sekunder seperti Ca (kalsium), Mg (magnesium), dan S (belerang). Sedangkan unsur hara mikro terdiri dari Fe (besi), Zn (seng), Cu (tembaga), Mn (mangan), Cl (khlor), Bo (borium), Mo (molubdenum)dsb.
Kandungan lemak berpengaruh didalam proses pembuatan pupuk organik, karena prosesnya berjalan dalam dua tahap, yaitu proses fisik melalui penggilingan bahan-bahan yang dipergunakan, dan proses biologis yaitu lanjutan proses yang dikenal dengan fermentasi non-alkoholik atau proses ensiling.
Pupuk organik lengkap yang terbuat dari bahan baku ikan memiliki kualitas sebagai pupuk yang lebih dibandingkan dengan pupuk organik lain, apalagi kalau dibandingkan dengan pupuk kompos, pupuk kandang, ataupun pupuk hijau. di Indonesia saat ini telah banyak beredar pupuk organik yang terbuat dari ikan dengan aneka merk, baik produksi dalam negeri maupun impor. Sayangnya, yang masih memenuhi persyaratan masih terbatas. FAO telah menetapkan kriteria dasar untuk pupuk jenis ini, yakni: kandungan unsur makro harus mempunyai nilai minimal N (12%), P (8%), dan K (6%) disamping kandungan unsur mikro seperti Ca, Fe, Mg, Cu, Zn, Mn, dan sebagainya.
Sumber : Ditjen Perikanan Budidaya
hemat saya tulang ikan banyak digunakan untuk tepung tulang.
Suka
Komentari

Rebung

masih ada 6 kuliah lagi... dicicil kuliah siang permintaan dari kang Riswanto
Nama Bahan Makanan : Rebung
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Rebung yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Rebung yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 65 %
Jumlah Kandungan Energi Rebung = 27 kkal
Jumlah Kandungan Protein Rebung = 2,6 gr
Jumlah Kandungan Lemak Rebung = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Rebung = 5,2 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Rebung = 13 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Rebung = 59 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Rebung = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Rebung = 20 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Rebung = 0,15 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Rebung = 4 mg
Khasiat / Manfaat Rebung : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : R
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Mikroorganisme tersebut adalah Saccharomyces cerrevisiae dan Lactobacillus sp serta Aspergillus sp. Mikroorganisme tersebut mempunyai keunggulan masing-masing dalam mengurai sampah organik maupun perannya untuk menyuburkan tanah. keunggulan dari mikroorganisme ini adalah:
1. Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus sp)
a. Menghasilkan asam laktat dari gula
b. Menekan pertumbuhan jamur yang merugikan, seperti Fusariumsp.
c. Mempercepat penguraian bahan-bahan organik.
2. Saccharomyces cerrevisiae
a. Membentuk zat anti bakteri
b. Meningkatkan jumlah sel akar dan perkembangan akar.
3. Jamur Fermentasi (Aspergillus sp)
a. Menguraikan bahan organik (selulosa, karbohidrat) dan mengubahnya menjadi alkohol, ester, dan antimikroba.
b. Dapat menghilangkan bau.
4. Mengandung Rhizobium Bacteria yaitu bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Keberadaan mikroorganisme ini memberi keuntungan yaitu:
• Mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar.
• Mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
• Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
• Memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tanaman
5. Akar bambu, akar ini banyak mengandung bakteri PF ( Pseudomonas Flouren ), dimana bakteri ini bisa meningkatkan kelarutan P dalam tanah.
Buat Mol Rebung
Suka
Komentari