Laman

Kamis, 03 April 2014

Silika

Kuliah Berikutnya adalah mengenai Silika sebagai unsur
Pengaruh positif unsur hara silika pada tanaman padi ini telah banyak dilaporkan di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, Korea Selatan,Taiwan, India, Sri langka, Vietnam, Filipina, Brazil dan Kolombia.
Silika (Si) merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman golongan gramenae seperti tanaman padi, tebu, jagung dan tanaman lain yang bersifat akumulator silika, terdapat di permukaan daun, batang, dan gabah (padi). Tanaman yang kekurangan Si menyebabkan ketiga organ tanaman di atas kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya (1) daun tanaman lemah terkulai, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas tanaman rendah, (2) penguapan air dari permukaan daun dan batang tanaman dipercepat, sehingga tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan, (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan hama dan penyakit, (4) tanaman mudah rebah, (5) kualitas gabah (padi) berkurang karena mudah terkena hama dan penyakit sehingga hasil optimal tanaman tidak tercapai, kestabilan hasil rendah (fluktuatif) dan mutu produk rendah.
Kebutuhan nutrisi silika pada tanaman golongan gramenae tergolong sangat tinggi, tanaman padi mengangkut silika 100-300 kg/Ha dan tanaman tebu mengangkut silika 500-700 kg/Ha dalam sekali panen. Besarnya kandungan silika yang diambil setiap kali panen tersebut mengakibatkan miskinnya unsur hara silika dalam tanah yang menyebabkan berkurangnya produktivitas tanaman tersebut. Dengan semakin intensifnya penanaman padi (2-3 kali setahun), maka akan semakin menguras unsur hara silika di dalam tanah bila tanpa diimbangi upaya mengembalikan unsur hara silika secara cepat dan efektif ke dalam tanah.
FUNGSI SILIKA
1) meningkatkan hasil produksi tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit; 2) meningkatkan efisiensi dan translokasi hasil fotosintesis; 3) memperkuat akar tanaman serta meningkatkan root oxidizing power yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap keracunan Fe, Al, dan Mn; 4) diprediksi dapat menurunkan penggunaan pupuk fosfat dan urea hingga lebih dari 50 % dosis standar; 5) memperkuat batang tanaman sehingga dapat mengurangi kerobohan; 6) menekan laju transpirasi sehingga efisien dalam menggunakan air dan lebih tahan terhadap kekeringan; serta 7) menetralkan pH tanah di Indonesia yang cenderung bersifat asam karena pemberian urea dan pestisida.

AMPAS TEBU

 AMPAS TEBU....
Monggo diskusikan...

Ampas tebu yang dihasilkan pada pabrik gula cukup besar dapat mencapai 30% - 40% dari bobot tebu yang diolah. Ampas tebu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik atau pupuk kompos. Dari hasil analisis yang dilakukan ampas tebu mengandung 22,4% C, ratio C/N 33,6., kadar air 5,3%, kadar N 0,25 – 0,60%, kadar fosfat 0,15 – 0,22%, dan 0,2 – 0,38% K2O (Erwin, 1997).

Pemberian bahan organik pada tanah dapat berpengaruh terhadap sifat
fisik, kimia dan biologi tanah. Beberapa sifat fisik tanah yang dapat diperbaiki
antara lain : struktur tanah menjadi lebih baik karena stabilitas agrerat bertambah
mantap, kapasitas memegang air menjadi lebih besar, konsistensi menjadi lebih
gembur, partikel density menjadi lebih baik dan dapat menurunkan tingkat erosi
(Bawasker et.al.,1978).

Resep 1
Proses Pengomposan
Bahan :
Ampas Tebu ( sudah dicacad/dicincang halus) 2 - 5 karung
Kotoran ternak 1karung
Serbuk gergaji/arang sekam/jerami 1karung
Sekam padi 1karung
EM4 1 liter
Air secukupnya
karung goni

Cara Membuat:
Timbuni campuran Ampas tebu, serbuk gergaji dan sekam padi setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter.
Larutkan kotoran ternak dgan Air jgan terlalu cair dan tambahkan EM4 secukupnya,.
kemudian siramkan ke tumpukan bahan sampai merata sambil dilakukan pengadukan
Tutup dengan karung guni yang sudah di basahkan
Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 7 hari
Setelah di proses selama 1 bulan kompos biasanya cukup matang.
Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan.

Resep 2
kumpulkan ampas kering lalu jadikan arang.... kandungan Si mencapai 52 %, sedangkan unsur Silika (nanti kita bahas) produksi padi

untuk Pakan ternak.... (tapi mesti diperhatikan Silika)....
Ampas tebu merupakan Iimbah pabrik gula yang banyak ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sangat mengganggu apabila tidak dimanfaatkan. Saat ini belum banyak peternak menggunakan ampas tebu tersebut untuk bahan pakan ternak, hal ini mungkin karena ampas tebu mentiliki serat kasar dengan kandungan lignin sangat tinggi ( 19.7%) dengan kadar protein kasar rendah (28%). namun limbah ini sangat potensi scbagai bahan pakan ternak. Melalui fermentasi menggunakan probiotik, kualitas dan tingkat kecernaan ampas tebu akan diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan. Tahapan fermentasi ampas tebu sama dengan fermentasi jerami. namun perlu ditambahkan beberapa bahan unutuk melengkapi kebutuhan mineral yang diperlukan dalam bahan pakan tersebut.

Limbah Cair Tahu

Kuliah permintaan ‪#‎Ikhsanuddin‬ waduh kewalahan cari kandungannya....
Pada beberapa industri tahu, sebagian kecil dari limbah cair tersebut (khususnya air dadih) dimanfaatkan kembali sebagai bahan penggumpal. Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut dengan air dadih (whey). Limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik kompleks yang tinggi terutama protein dan asam-asam amino dalam bentuk padatan tersuspensi maupun terlarut.
Karakteristik buangan industri tahu meliputi dua hal, yaitu karakteristik fisika dan kimia. Karakteristik Fisika meliputi padatan total, padatan tersuspensi, suhu, warna, dan bau. Karakteristik kimia meliputi bahan organik, bahan anorganik dan gas. Suhu air limbah tahu berkisar 37-45°C, kekeruhan 535-585 FTU, warna 2.225-2.250 Pt.Co, amonia 23,3-23,5 mg/1, BOD5 6.000-8.000 mg/1 dan COD 7.500-14.000 mg/1.
Suhu buangan industri tahu berasal dari proses pemasakan kedelai. Suhu limbah cair tahu pada umumnya lebih tinggi dari air bakunya, yaitu 400C-460C. Suhu yang meningkat di lingkungan perairan akan mempengaruhi kehidupan biologis, kelarutan oksigen dan gas lain, kerapatan air, viskositas, dan tegangan permukaan. Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam buangan industri tahu pada umumnya sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam air buangan tersebut dapat berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Diantara senyawa-senyawa tersebut, protein dan lemak adalah yang jumlahnya paling besar. Protein mencapai 40-60%, karbohidrat 25-50% dan lemak 10%. Air buangan industri tahu kualitasnya bergantung dari proses yang digunakan. Apabila air prosesnya baik, maka kandungan bahan organik pada air buangannya biasanya rendah. Komponen terbesar dari limbah cair tahu yaitu protein (Ntotal) sebesar 226,06-434,78 mg/l, sehingga masuknya limbah cair tahu ke lingkungan perairan akan meningkatkan total nitrogen di perairan tersebut .
Gas-gas yang biasa ditemukan dalam limbah tahu adalah gas nitrogen (N2). Oksigen (O2), hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3), karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas-gas tersebut berasal dari dekomposisi bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air buangan (Herlambang, 2002).
resep untuk Limbah cair tahu.... Colek Mas Asam Amino mas minta bantuan untuk mas #Ikhsanuddin untuk skripsi
Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, antara lain menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi, sehingga bahan aktif dapat terurai dengan sempurna, sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.
Adapun teknik pembuatannya sebagai berikut :
Bahan yang digunakan : air limbah tahu 70 liter, air kelapa 30 liter, alkohol 70% 1 liter, temu lawak 4 kg, sereh 1 kg, dekomposer (EM) 2 liter.
Cara pembuatannya : Cuci bersih semua tanaman herba lalu lakukan penghancuran dengan pemblenderan atau penggilingan, masukkan dalam air limbah tahu yang sudah dimasukkan dalam drum plastik ukuran 100 liter kemudian tambahkan alkohol dan tambahkan kembali dekompuser (EM), kemudian ditutup dan disimpan selama 10 hari.
Bila larutan berbau menyengat pertanda bahwa pupuk dan pestisida organik jadi dan bila belum menyengat ada dua kemungkinan reaksi fermentasi belum sempurna atau tidak jadi. Sebagai catatan bahan tersebut di atas tidak menggunakan asam cuka karena limbah tahu sudah mengandung asam cuka (kecutan) dan untuk meningkatkan efektifitas pestisida dan fungisida organik bisa ditambahkan berbagai macam tanaman herba misal kunir, daun mindi, dll.
Cara penggunaan : 1 liter bahan dilarutkan dengan 10 liter air kemudian disemprotkan pada tanaman. Pupuk dan pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman padi, jagung, kedelai, buah dan sayuran. Efektifitas telah terbuktikan bahwa tanaman padi yang terserang jamur Spedomonas dapat dikendalikan dengan cairan tersebut dan tanaman menjadi hijau subur.

Penggerek Batang

Kuliah Penggerek Batang Permintaan master @[100002232106060:2048:Yoh Sadiman]
Di Indonesia diketahui ada 5 (lima) jenis hama penggerek batang yang sering menyerang tanaman padi yaitu :
a. Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas Walker)
b. Penggerek Batang Padi Putih (S. innotata Walker)
c. Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis Walker)
d. Penggerek Batang Padi Merah jambu (Sesamia inferens Walker)

1). Pengaturan Pola Tanam

Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi
Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama
Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertamaü dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnyaü
2). Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik
• Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman
• Fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati

Resep I http://saungsumberjambe.blogspot.com/

PESTISIDA NABATI (2)
G A C A S I  ( GADUNG, CABE MERAH, DAUN SIRIH )
 
Bahan– bahan :
1. Gadung                               =  4 kg
2.Cabe merah                         =  2 ons
3.Daun sirih                            =  2 kg
4.Air                                       =15 liter

Cara Pembuatannnya :
1.     Gadung, Cabe , daun sirih digiling halus campurkan dengan rata.
Tambahkan air aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida
Penggunaannya:
1.     14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc ( 1 gelas), disemprotkan ke lahan pada waktu pagi atau sore hari, ulangi 4 – 5 hari sekali.
OPT Sasaran :

1.Penggerak batang                2. Wereng
3.Walang sangit                     4. Thrip
5.Aphis                                   6.Serangga kecil lainnya
UntukTanaman Padi, Cabe, Terong dan Kacang panjang
Hasil Pencapaiannya :
1. Pestisida GACASI bersifat racun Kontak dan OPT yang terkena tingkat kematiannya tinggi.
2.      Populasi OPT turun drastis dan timbulnya lama.
3.     Keluhan sampingan tidak ditemui, dalam waktu setelah penyemprotan.

Resep II
GATEMA (GADUNG, TEMBAKAU, MAHONI )
      
Bahan – bahan :
1.Gadung                               = 1 –2 kg
2.Tembakau                            = 0,25– 0,5  kg
3.Mahoni                                = 100 – 200 biji
4.Minyak Tanah                     = 1 – 2 gayung

Cara Pembuatannya :
Bahan I

1.Gadung, Mahoni ditumbuk halus campurkan jadi satu termasuk tembakau betulbetul rata ( berupa tepung )
2.     Gadung, Mahoni ditumbuk halus campurkan air 2 liter,aduk sampi rata kemudian disaring dan disimpan dalam botol. Tembakau direbus denga air 2 – 5liter betul – betul mendidihdidinginkan dan disaring kemudian  campurka dengan ramuan gadung dan Mahoni ( bentuk cairan ).
Penggunaannya :
1.     Yang dalam bentuk tepung dengan ukuran 10 – 15 sendok makan dibungkus kain di alirkan lewat Tulakan ( lahan paling pertama  yang kena air pada saat Pengairan ). Unruk disemprotkan ukuran 4 – 5 sendok untuk satu tangki.
2.     Dalam bentuk cairan, 1 tangki  = 25 cc ramuan gadung Mahoni, Tembakau semprotkan ke lahan dan tambahkan minyak tanah.

Resep 3
Bahan II

1.Gadung                               = 1 – 2 kg
2.Mahoni                                =100 – 200 biji
3. Pohon pahitan meniran       = 15 – 30 batang
4. sabun                                   = 20 – 40 gram

Cara Pembuatannya :
1.     Gadung, mahoni digiling halus tambahkan air 2 liter terusaduk sampai rata kemudian disaring dan disimpan dalam botol.
2.     Pohon pahitan / meniran direbus dengan air 2 – 5 liter sampai mendidih dan disaring setelah itu campurkan dengan ramuan gadung dan mahoni.
Pengunaannya :
Dalam satu tangki ditambahkan dengan 250 c ramuan gadung, mahoni, pohon  pahitan / meniran ditambahkan sabun 2 –3 sendok. Semprotkan ke lahan.
Perhatikan:
Dalam penyemprotan gunakan masker dan lain-lainnya lengkap.
OPT Sasaran
1.Kepinding Tanah                
2.Penggerek batang
3.Wereng                                
4.Ulat buah
Hasil pencapaiannya :
1.      Pestisida GATEMA bersifat racun kontak dan OPT yang terkena tingkat kematiannya tinggi.
2.      Populasi OPT turun drastis dan timbulnya lama
3.      Keluhan serangan  tidak ditemui dalam waktu setelah penyemprotan

resep IV
Daun Mimba, daun tembakau dan Umbi Gadung
Tumbuk halus 1kg daun mimba, 1kg daun tembakau dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr sabuncolek dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring  dan siap untuk di semprotkan ke tanaman. [Ramdhani BP3K Pedes]

Resep V
Bahan:

Biji Mimba 100 gr.
Alkohol 20 cc.
Air 2 liter.

Cara pembuatan :
100 gr biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 20 cc alkohol.
encerkan dengan 2 liter air.
endapkan selama 24 jam.
Kalau mau dipakai tinggal disaring
Cara aplikasi:
Encerkan pestisida diatas dengan perbandingan 1 liter pestisida untuk 14 liter air (1 tangki semprot)
Semprotkan pada batang dan daun tanaman padi yang ada hamanya.
Siramkan pestisida tersebut pada pangkal batang tanaman yang terserang nematoda.

Resep VI
Bahan:
Daun Mimba........... 8 Kg,
Lengkuas.............. 6 Kg,
Sereh................... 6 Kg,
Sabun Colek.......... 20 gr.

Cara Pembuatan:
Daun Mimba, Lengkuas dan Sereh ditumbuk hingga halus sambil dicampur sabun colek. Hasil tumbukan dimasukkan ke dalam air 20 liter, diaduk merata dan dibiarkan 24 jam. Ke esokan harinya larutan tersebut dapat disaring.

Cara Aplikasi:
Setiap liter larutan diencerkan dalam 3 liter air, lalu disemprotkan ke tanaman padi. Selain untuk mengendalikan Sundep, larutan ini juga bisa untuk mengendalikan walang sangit dan ganjur, Selamat Mencoba.
Di Indonesia diketahui ada 5 (lima) jenis hama penggerek batang yang sering menyerang tanaman padi yaitu :
a. Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas Walker)
b. Penggerek Batang Padi Putih (S. innotata Walker)
c. Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis Walker)
d. Penggerek Batang Padi Merah jambu (Sesamia inferens Walker)
1). Pengaturan Pola Tanam
Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi
Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama
Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertamaü dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnyaü
2). Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik
• Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman
• Fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati
PESTISIDA NABATI (2)
G A C A S I ( GADUNG, CABE MERAH, DAUN SIRIH )
Bahan– bahan :
1. Gadung = 4 kg
2.Cabe merah = 2 ons
3.Daun sirih = 2 kg
4.Air =15 liter
Cara Pembuatannnya :
1. Gadung, Cabe , daun sirih digiling halus campurkan dengan rata.
Tambahkan air aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida
Penggunaannya:
1. 14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc ( 1 gelas), disemprotkan ke lahan pada waktu pagi atau sore hari, ulangi 4 – 5 hari sekali.
OPT Sasaran :
1.Penggerak batang 2. Wereng
3.Walang sangit 4. Thrip
5.Aphis 6.Serangga kecil lainnya
UntukTanaman Padi, Cabe, Terong dan Kacang panjang
Hasil Pencapaiannya :
1. Pestisida GACASI bersifat racun Kontak dan OPT yang terkena tingkat kematiannya tinggi.
2. Populasi OPT turun drastis dan timbulnya lama.
3. Keluhan sampingan tidak ditemui, dalam waktu setelah penyemprotan.
Resep II
GATEMA (GADUNG, TEMBAKAU, MAHONI )
Bahan – bahan :
1.Gadung = 1 –2 kg
2.Tembakau = 0,25– 0,5 kg
3.Mahoni = 100 – 200 biji
4.Minyak Tanah = 1 – 2 gayung
Cara Pembuatannya :
Bahan I
1.Gadung, Mahoni ditumbuk halus campurkan jadi satu termasuk tembakau betulbetul rata ( berupa tepung )
2. Gadung, Mahoni ditumbuk halus campurkan air 2 liter,aduk sampi rata kemudian disaring dan disimpan dalam botol. Tembakau direbus denga air 2 – 5liter betul – betul mendidihdidinginkan dan disaring kemudian campurka dengan ramuan gadung dan Mahoni ( bentuk cairan ).
Penggunaannya :
1. Yang dalam bentuk tepung dengan ukuran 10 – 15 sendok makan dibungkus kain di alirkan lewat Tulakan ( lahan paling pertama yang kena air pada saat Pengairan ). Unruk disemprotkan ukuran 4 – 5 sendok untuk satu tangki.
2. Dalam bentuk cairan, 1 tangki = 25 cc ramuan gadung Mahoni, Tembakau semprotkan ke lahan dan tambahkan minyak tanah.
Resep 3
Bahan II
1.Gadung = 1 – 2 kg
2.Mahoni =100 – 200 biji
3. Pohon pahitan meniran = 15 – 30 batang
4. sabun = 20 – 40 gram
Cara Pembuatannya :
1. Gadung, mahoni digiling halus tambahkan air 2 liter terusaduk sampai rata kemudian disaring dan disimpan dalam botol.
2. Pohon pahitan / meniran direbus dengan air 2 – 5 liter sampai mendidih dan disaring setelah itu campurkan dengan ramuan gadung dan mahoni.
Pengunaannya :
Dalam satu tangki ditambahkan dengan 250 c ramuan gadung, mahoni, pohon pahitan / meniran ditambahkan sabun 2 –3 sendok. Semprotkan ke lahan.
Perhatikan:
Dalam penyemprotan gunakan masker dan lain-lainnya lengkap.
OPT Sasaran
1.Kepinding Tanah
2.Penggerek batang
3.Wereng
4.Ulat buah
Hasil pencapaiannya :
1. Pestisida GATEMA bersifat racun kontak dan OPT yang terkena tingkat kematiannya tinggi.
2. Populasi OPT turun drastis dan timbulnya lama
3. Keluhan serangan tidak ditemui dalam waktu setelah penyemprotan
resep IV
Daun Mimba, daun tembakau dan Umbi Gadung
Tumbuk halus 1kg daun mimba, 1kg daun tembakau dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr sabuncolek dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring dan siap untuk di semprotkan ke tanaman. [Ramdhani BP3K Pedes]
Resep V
Bahan:
Biji Mimba 100 gr.
Alkohol 20 cc.
Air 2 liter.
Cara pembuatan :
100 gr biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 20 cc alkohol.
encerkan dengan 2 liter air.
endapkan selama 24 jam.
Kalau mau dipakai tinggal disaring
Cara aplikasi:
Encerkan pestisida diatas dengan perbandingan 1 liter pestisida untuk 14 liter air (1 tangki semprot)
Semprotkan pada batang dan daun tanaman padi yang ada hamanya.
Siramkan pestisida tersebut pada pangkal batang tanaman yang terserang nematoda.
Resep VI
Bahan:
Daun Mimba........... 8 Kg,
Lengkuas.............. 6 Kg,
Sereh................... 6 Kg,
Sabun Colek.......... 20 gr.
Cara Pembuatan:
Daun Mimba, Lengkuas dan Sereh ditumbuk hingga halus sambil dicampur sabun colek. Hasil tumbukan dimasukkan ke dalam air 20 liter, diaduk merata dan dibiarkan 24 jam. Ke esokan harinya larutan tersebut dapat disaring.
Cara Aplikasi:
Setiap liter larutan diencerkan dalam 3 liter air, lalu disemprotkan ke tanaman padi. Selain untuk mengendalikan Sundep, larutan ini juga bisa untuk mengendalikan walang sangit dan ganjur, Selamat Mencoba.

ada lagi yang dicoba 
Bahan-bahan yang dibutuhkan di antaranya laos, kunyit, cabai jamu, merica dan bawang putih yang ditumbuk halus dan diambil curahannya serta dicampur dengan tepung beras. “Adonan obat itu selanjutnya dibentuk tablet dan dikeringkan. Saat hendak dibutuhkan, baru dilarutkan dengan air satu tangki dan disemprotkan ke tanaman.”

Mimba

HAMA SASARAN
Hama sasaran yang bisa dikendalikan dengan mimba sangat banyak, antra lain:
Wereng padi punggung putih (sogotella furcifera)
Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Wereng hijau (Nephotettix virescens)
Ulat tritip (Plutella xylostella)
Ulat pengerek daun jeruk (Phillocnistis citrella)
Ulat tanah (agrotis spp)
Ulat grayak (Spodoptera litura)
tungau (Tetranichus spp)
Kumbang badak (Oryctes rhinocheros)
Thrips (Heliothrips spp)
Lalat putih (Bemisia tabaci)
Semut
Pengerek batang pisang (Cosmopolites sordidus)
Pengerek batang padi
Lembing (Epilachna varivestis)
Bubuk beras (Sitophilus oryzae)
Buku Jagung (Sitophilus zeamais)
Berdasarkan hasil penelitian telah diperoleh bahwa ekstrak air biji mimba 50 g/l yang diaplikasikan pada umur 8 hari efektif menekan serangan hama lalat kacang, Ophiomyia phaseoli pada tanaman kedelai. Cara ini sama dengan jika menggunakan Karbofuran (Curater 3 G-6 kg/ha), Fipronil (Regent 50 EC-2 ml/l), dan Klorfirifos (Petroban200 EC-2 ml/l) dengan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 80.400 per hektar, bila dibanding dengan tanpa pengendalian. Biji mimba yang diekstrak dengan pelarut air (50 g/l) ditambah 0,5 ml perata/ha juga efektif menekan serangan tungau merah pada ubikayu dengan mortalitas 70%. Pada tanaman kacang hijau ekstrak air biji mimba 50 g/l dapat menekan kehilangan hasil 13-45% terhadap hama penggerek polong Maruca testulalis, dan sebesar 21,5% terhadap hama Thrips bila dibanding tanpa pengendalian.
Hasil pengamatan di KP. Kendalpayak pada MT 2007 menunjukkan bahwa populasi ulat grayak, Spodoptera litura dan kutu kebul, Bemisia tabaci pada kedelai varietas Burangrang, Kaba, Ijen, dan Anjasmoro yang disemprot insektisida kimia cukup tinggi, rata-rata 6 ekor ulat/6 ayunan dan 1300-1500 ekor kutu kebul/6 ayunan dibanding 1 ekor ulat/6 ayunan dan 100-700 ekor kutu kebul/6 ayunan pada varietas yang sama yang disemprot dengan serbuk biji mimba 50 g/l air. Pada perlakuan mimba populasi predator laba-laba juga masih dijumpai.
Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba
1. Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
2. Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan 0,05 mesh.
3. Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam(12 jam).
4. Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing.
5. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
6. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 liter air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot.
Manfaat daun mimba sebagai pestisida nabati sangat mengguntungkan bagi para petani dalam pengendalian hama secara biologis dan selain itu juga dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk kesehatan. Tanaman Mimba sebagai pestisida nabati memiliki daya kerja yang efektif, ekonomis, aman, mudah didapat dan ramah lingkungan.  Zat-zat racun yang ada di dalam tanaman mimba bermanfaat untuk insektisida, repelen, akarisida, penghambat pertumbuhan, neumatisida, fungisida, anti virus. Racun tersebut sebagai racun perut dan sistemik. Mimba memiliki efek anti serangga dengan azadirachtin sebagai komponen yang paling paten (Taryono, 2003)
Ekstrak daun dapat berefek sebagai fungisida alami pada pengendalian penyakit antraknosa pada apel pasca panen, berefek insektisida terhadap larva Aedes aegypti. Toksisitas dapat menyebabkan iritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjugtivitas dan inflamasi.  Sudah sejak lama mimba digunakan sebagai pestisida nabati dengan kemanjuran dan peruntukan yang luas (Broad spectrum), baik digunakan secara sederhana di negara berkembang, maupun digunakan secara terformula di negara maju, seperti Amerika Serikat. Pada awalnya hanya diperuntukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman yang bukan untuk dikonsumsi, namun belakangan ini sudah diperkenankan dipergunakan untuk mengendalikan OPT pada tanaman pangan (food crops) (Ruskin, 1993).

Keunggulan Daun Mimba sebagai Pestisida Nabati
Menurut  Rembold (1989) Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan antara lain :
- Di alam senyawa aktif mudah terurai, sehingga menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
-  Cara kerja spesifik, sehingga relatif aman terhadap vertebrata (manusia, lingkungan dan ternak)
-  Tidak mudah menimbulkan resistensi, karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu.
-  Murah dan mudah dibuat oleh petani, , tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.

Cara pembuatan pestisida nabati dari daun mimba :
-  1 kg daun mimba ditumbuk sampai halus
-  Rendam serbuk tersebut dalam 10 lt air, semalam
-  Aduk sampai rata, kemudian saring dengan menggunakan kain halus
-  Larutan siap disemprotkan ke tanaman
-  Tambahkan detergen sebanyak 1 g/lt sebagai pengemulsi.
Resep 2
Pembuatan Ekstrak Air Daun Mimba
Blender 50 g daun mimba segar dengan 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam). Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
HAMA SASARAN
Hama sasaran yang bisa dikendalikan dengan mimba sangat banyak, antra lain:

Wereng padi punggung putih (sogotella furcifera)
Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Wereng hijau (Nephotettix virescens)
Ulat tritip (Plutella xylostella)
Ulat pengerek daun jeruk (Phillocnistis citrella)
Ulat tanah (agrotis spp)
Ulat grayak (Spodoptera litura)
tungau (Tetranichus spp)
Kumbang badak (Oryctes rhinocheros)
Thrips (Heliothrips spp)
Lalat putih (Bemisia tabaci)
Semut
Pengerek batang pisang (Cosmopolites sordidus)
Pengerek batang padi
Lembing (Epilachna varivestis)
Bubuk beras (Sitophilus oryzae)
Buku Jagung (Sitophilus zeamais)

Berdasarkan hasil penelitian telah diperoleh bahwa ekstrak air biji mimba 50 g/l yang diaplikasikan pada umur 8 hari efektif menekan serangan hama lalat kacang, Ophiomyia phaseoli pada tanaman kedelai. Cara ini sama dengan jika menggunakan Karbofuran (Curater 3 G-6 kg/ha), Fipronil (Regent 50 EC-2 ml/l), dan Klorfirifos (Petroban200 EC-2 ml/l) dengan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 80.400 per hektar, bila dibanding dengan tanpa pengendalian. Biji mimba yang diekstrak dengan pelarut air (50 g/l) ditambah 0,5 ml perata/ha juga efektif menekan serangan tungau merah pada ubikayu dengan mortalitas 70%. Pada tanaman kacang hijau ekstrak air biji mimba 50 g/l dapat menekan kehilangan hasil 13-45% terhadap hama penggerek polong Maruca testulalis, dan sebesar 21,5% terhadap hama Thrips bila dibanding tanpa pengendalian.

Hasil pengamatan di KP. Kendalpayak pada MT 2007 menunjukkan bahwa populasi ulat grayak, Spodoptera litura dan kutu kebul, Bemisia tabaci pada kedelai varietas Burangrang, Kaba, Ijen, dan Anjasmoro yang disemprot insektisida kimia cukup tinggi, rata-rata 6 ekor ulat/6 ayunan dan 1300-1500 ekor kutu kebul/6 ayunan dibanding 1 ekor ulat/6 ayunan dan 100-700 ekor kutu kebul/6 ayunan pada varietas yang sama yang disemprot dengan serbuk biji mimba 50 g/l air. Pada perlakuan mimba populasi predator laba-laba juga masih dijumpai.

Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba
1.     Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
2.     Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan 0,05 mesh.
3.     Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam(12 jam).
4.     Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing.
5.     Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
6.     Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 liter air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot.

Pembuatan Ekstrak Air Daun Mimba
Blender 50 g daun mimba segar dengan 1 l air + 1 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam). Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 1 g deterjen atau 0,5 ml perata (apsa), aduk rata dan larutan siap disemprotkan.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Selasa, 01 April 2014

Putri Malu

Kuliah Malam Pertama Adalah mengenai Putri Malu.... Maaf telat... baru selesai tugas... jum'at- senen lagi penelitian....
Efek Farmakologis :
Manis, astringen, agak dingin. Penenang (tranquiliser), sedative, peluruh dahak (expectorant), anti batuk (antitusive), penurun panas (antipiretic), anti radang (anti-inflammatory), peluruh air seni (diuretic).
Putri malu (Mimosa pudica L.) adalah tumbuhan liar. Ciri khas tumbuhan ini adalah daunnya mengatup jika disentuh serta memiliki duri di batangnya. Baik secara medis maupun empiris, putri malu bisa mencegah dan mengobati beberapa penyakit.
> Kandungan :
- Tanin
- Mimosin
- Asam pipekolinat.
Mikroba Akar Putri Malu
Jika kita perhatikan tumbuhan putri,ada fakta yang menarik yaitu pertama,putri malu sangat invasif terhadap tanaman lain dalam suatu ekosistem dimana dia hidup.Artinya,putri malu berkembang sangat cepat melebihi populasi tanaman lain.Kedua,putri malu tahan terhadap cekaman abiotik,bisa kita perhatikan dia lebih tahan terhadap kekurangan air daunnya pun selalu nampak hijau royo-royo disaat kemarau panjang sekalipun .Seandainya kita tebangpun putri malu akan cepat kembali survive.Dari fakta tersebut dapat kita maknai,pasti ada sesuatu yang luar biasa di area perakaran sehingga mampu memberi “hidup” bagi si putri malu.
Jika menilik dari sukunya,tumbuhan putri malu termasuk saudara jauh dari kedelai,kacang tanah dan kacang hijau yang memiliki “pabrik pupuk” berupa bintil-bintil akar.Dalam bintil-bintil akar tersebut bermilyar-milyar konsorsium koloni mikroba bersimbiosis mutualisme dengan akar putri malu.Dalam beberapa literatur jenis mikroba yang ada dalam rizosfer akar putri malu sbb:
Rhizobium:Adalah bakteri gram negatif aerob dalam suku Rizhobiaceae yang bersimbiosis dengan inang tertentu seperti pada tumbuhan suku leguminosa dan kacang-kacangan.Mikroba ini menginfeksi akar sehingga timbul bintil-bintil.Beberapa penelitian melaporkan rizhobium mampu menambat nitrogen,melarutkan fosfat dan kalium sekaligus.Sehingga karena faktor inilah tanaman putri malu begitu tangguh dan selalu nampak hijau walau dalam kondisi tanah yang kritis sekalipun.
Bacillus sp:Adalah jenis bakteri yang “numpang hidup” pada rizosfer akar.Salah satu manfaat bakteri ini adalah kemampuannya untuk melarutkan fosfat dan kalium serta menghasilkan zpt pemacu pertumbuhan tanaman,juga menekan perkembangan mikroba patogen.
Pseudomonas putida:Adalah salah satu strain Bakteri Pseudomonas sp yang biasa menghuni rizosfer akar.Bukti ini dikuatkan oleh penelitian Ir.Yenny Wuryandari MP ketika menyampaikan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor ilmu pertanian di UGM Yogyakarta yang menyebutkan Pseudomonas putida yang disolasi dari perakaran putri malu mampu menekan serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan bakteri Ralstonia Solanacearum pada tembakau di Sumatera Utara.
Actinomycetes:Adalah bakteri yang dikenal memiliki kemampuan menghasilkan antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri patogen tular tanah.Bakteri ini banyak hidup sekitar perakaran tumbuhan berakar serabut termasuk tumbuhan putri malu.Seperti yang dilaporkan dalam penelitian Rachdia cit hashim tahun 2003 tentang actinomycetes yang hidup dalam perakaran putri malu.
Resep 1
Cara perbanyakan PGPR Putri Malu:
Bahan-bahan yang disiapkan:
1. Segenggam akar putri malu+tanah masukkan dalam 400 cc air mineral,diamkan 3 hari.
2. Kedelai : 250 gram
3. Gula pasir : 1 sendok makan
4. Udang rebon : 1 sendok teh atau jika tidak ada bisa pake terasi 40 gram
5. Air mineral : 1,5 liter
Cara pembuatan :
1. Rebus semua bahan diatas selama 20 menit,dihitung dari pertama kali mendidih.
2. Saring dan masukkan air rebusan kedalam wadah/jerigen yang steril
3. Tunggu sampai dingin kurang lebih 24 jam.
4. Masukkan air yang berisi inokulan PGPR dalam larutan media biak dan tutup rapat.
5. Goyang-goyang media sesekali agar mikroba cepat berbiak.
6. Buka tutup jerigen jika penuh dengan gas.
7. PGPR jadi jika berbau harum khas tapai dan jerigen sudah tidak kembung lagi +- 7hari.
CARA APLIKASI :
1. Bisa dikocor ke pangkal batang dengan dosis 10 cc/liter air.
2. Sebagai aplikasi rendam benih lombok dll.dengan dosis seperti diatas.
3. Interval pengocoran 1-2 minggu sekali.
4. Bisa dikocor ke lahan sawah 3 hari sebelum benih ditanam
Resep 2.
ALAT DAN BAHAN:
1. 100 gr , akar putri malu,
2. 400 gr gula pasir
3. 200 gr trasi
4. 1 kg dedak halus
5. 10 lt air
6. Penyedap rasa secukupnya ( Pemicu hormone Giberelin )
7. Injet (air kapur ) 1 sendok teh
CARA MEMBUAT:
1. Rendam bahan no. 1 dalam air matang dingin 2-4 hari
2. Rebus bahan 2 s/d 7 sampai memdidih selama 20 menit
3. Setelah dingin masukkan semua bahan ke dalam jerigen dan tutup rapat
4. Buka dan kocok-kocok sehari sekali
5. Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:
1. Saring PGPR
2. Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
3. Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
4. Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali
Bahan no. 2 sampai no. 7 bisa di saring terlebih dahulu sebelum dicampur dengan inang PGPR.
Resep 3 :
mengambil Isolat, bersihkan akar dari kotoran... gunakan agar/kentang rebus sebagai media pengembangan... tambahkan gula sedikit diamkan....

TERASI....

KULIAH YANG KEDUA, TAKUT PADA NGANTUK.... TERASI....
bukunya Suprapti., M.L, yang berjudul Membuat Terasi (2002):
Kandungan unsur gizi dalam proses 100 gr terasi
No. Nama Unsur Kadar Unsur
1. Protein 30,0 gr
2. Lemak 3,5 gr
3. Karbohidrat 3,5 gr
4. Mineral 23,0 gr
5. Kalsium 100,0 mg
6. Fosfor 250,0 mg
7. Besi 3,1 mg
8. Air 40,0 gr
SEDANGKAN YANG LAIN MENGUNGKAPKAN Berdasarkan bahan baku pembuatan terasi yang berupa udang dan ikan-ikan kecil, dapat disimpulkan bahwa terasi mempunyai kandungan protein, kalsium dan yodium yang cukup tinggi. Energi 147 Kal; Protein 30.0 gr; Lemak 3.5 gr; Karbohidrat 3.5 gr; Kalsium 100 mg; Fospor 250gr

kANDUNGAN BAKTERI
. Bakteriyang berperan dalam proses ini adalah bakteri asam laktat. Keberadaan mikrobapembusuk dapat mendekomposisikan dan menurunkan mutu udang. mikrobatersebut didominasi oleh bakteri, yaitu
Pseudomonas, Alcaligenes, Salmonella, E.coli,Coliform, Staphylococcus aureus
danListeria monocytogenes.
Sedangkanmikroba patogen yang dapat mengontaminasi udang adalah dari jenis
Vibrio ssp, yaitu bakteri Vibrio, cholera, dan Vibrio parahaemolyticus.
MAKANNYA HARUS DIMASAK DULU.... ADA BAKTERI MERUGIKAN...
ADA YANG LAINNYA YG MENYEBUTKAN BAKTERI TERASI terasi yang berbahan baku ikan adalah bakteri Lactobacillus sp.

TIPS
UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN SENGON.... PAKE TERASI DAN PENTUL KOREK API...

PERANAN DALAM PUPUK :Terasi, sebagai sumber bahan protein penambah.

TERASI JUGA BISA SEBAGAI BIOKOMPOSER CAMPURKAN TERASI, GULA, DAN SAMPAH ORGANIK.... JADI PUPUK.... SIMPEL.... EASY...

WADUH MAAF AGA TELAT NGEJAWAB... KARENA BANYAK PERTANYAAN YG MASUK...

SALEDRI

LUMAYAN DAUNNYA DIPANEN... EH AKARNYA PADA BENTOL OLEH BAKTERI... LUMAYAN PANEN BAKTERIKJUGA.... kULIAH BERIKUTNYA SALEDRI

Dalam Thibbun Nabawi, Ibnul Qayyim –rahimahullah- menjelaskan bahwa seledri mengharumkan nafas, membuka obstruksi / sumbatan pada liver dan limpa, dan bijinya bermanfaat untuk nafas yang berbau kurang sedap. Seledri satu famili dengan wortel, peterseli, dan adas.

Seluruh herba (termasuk akar) mengandung glikosida apiin (glikosida flavon) isoquersitrin dan umbelliferon. Juga mengandung mannit, inosit, asparagin, glutamin, kolin, linamarosa, pro vitamin A, vitamin C dan B.12)

Kandungan gizi daun seledri per 100 gramnya :
Kalori 20 gram
Protein 1 gram
Lemak 0,1 gram
Hidrat arang 4,6 gram
Kalsium 50 mg
Fosfor 40 mg
Besi 1 mg
Vitamin A 130 SI
Vitamin B1 0,03 mg
Vitamin C 11 mg

Kandungan asam-asam dalam minyak atsiri biji antara lain asam-asam resin, asam-asam lemak terutama palmitat, oleat, linoleat dan petroselinat (sebagai komponen utama).12)
Senyawa kumarin lain ditemukan dalam biji, yaitu bergapten, seselin, isoimperatorin, astenol, isopimpinelin dan apigrafin.6,14,15)
Daun mengandung minyak atsiri, protein, kalsium, garam fosfat, vitamin A, B, dan C.9) Batang, daun dan bijinya mengandung apiin, apigenin. Dalam biji ditemukan alkaloid yang strukturnya belum dapat diidentifikasi.4)

Di India, herbanya mengandung zat warna karotenoid total sebesar 435 g/g dan bauh/bijinya mengandung tiamin 7,9 /g.13)

Buah atau seledri mengandung 2-3% minyak atsiri, terdiri antara lain.15) :
3-Butiltetrahidrofthalida Mirsene
3-Butilfthalida Miristisin
3-Isobutiliden-3,4,5,6-tetrahidrofthalida 3-Butilheksahidrofthalida
3-Propilidennephthalide 3-Isovalidenefthalida
3-Isovaliden-3,4-dihidrofthalida 3-Propilidenefthalida
Apiol 3-Sedanolida
Bisabolen Neoknidilida
Butilfthalida allo-Osimen
Butil-4,5-dihidrofthalida cis-b-Osimen
Kalamenen trans-b-Osimen
Kamfen Pentilbenzen
Karvakol Sedanonida
β-Kariofillen β -Selinene
Kuminal α-Pinen
5-pentasikloheksa-1,3-dien β -Pinen
p-Simene Santalol
Dihidrokarvon Sedaenolida
Elemen Asam sedanonat
α -Elemen Sedanolida
β -Elemen Senkyunolide
Elemisin Sesquiterpene acetatea-Terpinene
Farnesen α -Terpinen
(E)- β –Farnesen A-Terpineol
iso-Furanogermakren α -Thujen
Humuladienon α -Thujon
Humulen Timol
Iso-knidium lakton Tiglat ester
Limonen Trisiklen
Z-Ligustilida Valerofenon

BAKTERI APA SAJA....
kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[3]Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.

Bakteri nitrogen atau dikenal juga sebagai bakteri pengikat nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas diudara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.