Laman

Kamis, 26 Juli 2012

Zat Perangsang Tumbuh Kelapa


Ramuan ini, sebenarnya di temukan oleh petani-petani jaman dahulu kala sebelum pupuk kimia serta pestisida kimia meracuni petani. mengakibatkan para petani menjadi petani yang instan dan menggelontorkan modalnya untuk hal-hal yang sebenarnya bisa diatasi dengan alami, seperti pada pupuk alami atau pestisida nabati. semua itu bisa dilakukan dengan sendiri dengan tidak memakan waktu yang lama.

Zat perangsang Tumbuh atau dikenal dengan ZPT, sesungguhnya bukanlah yang asing bagi petani, bahkan petani organik sangat kenal kerena mereka pernah mencoba dan membuktikan dengan sendiri keampuhannya. ZPT ini, pernah dipakai saat malakukan pendampingan di Kab. Subang. ZPT ini mampu mendongkrak hasil panen padi dengan mengurangi hampa pada padi. ratusan petani Subang sudah membuktikan bahwa Ramuan ini dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas tanaman padi. 

Bahkan seorang ustadz dan Haji pernah mencoba pada 2 lahannya, setelah panen di timbang dengan menggunakan karung yang ukuran 50 kg (Karung jago), beratnya melampaui hasil yang biasanya. yang tidak memakai ZPT kelapa ini, hasilnya paling banyak mencapai 40 Kg/perkarung. akan tetapi yang menggunakan ZPT ini, hasil perkarungnya mencapai 56 Kg. bahkan salah seorang petani, Bapak Dasmin melihatkan bahwa padinya barener atau bulat dan berisi.

Adapun ramuannya sebagai berikut :
1. 5-6 liter Air kelapa
2. 1 Liter Air Taji/Air Beras
3. 1 Liter EM4
4. Gula 250 gram
5. Kompan dengan ukuran 10 liter

Caranya Campurkan seluruh Bahan pada kompan dan kocoklah sampai 100 kali. pada pagi dan malam hari bukalah tutup kompan selama 5 menit lalu tutup kembali. sampai pada suatu hari zeosan hilang atau berarti fermentasi sempurna.

Cara pemakaian cukup 250 ml per tangki.... semprotkan pada malai padi yang masih hijau dan jangan lupa pada kotakan sawahnya mesti ada airnya.
Salam Petani jaya Organik (Sani Ramdhan M. S. KPm) 

Rabu, 25 Juli 2012

Mol Pisang

Bahan dan alat:
1.Batang pisang yang sudah busuk 2 genggam.
2.air panas/hangat 5 L.
3.air biasa 5 L.
4.terasi 1/4 kg.
5.gula pasir 1/2 kg.
6.dedak 1 genggam.
7.ember + tutup (kapasitas 15 L).
8.bambu pengaduk.

cara pembuatan:
1. rendam dan peras batang pisang ke dalam air biasa sehingga sari pati bercampur dengan air, dan sisakan sedikit serat pisang di dalam air.
2. campurkan air panas, terasi, gula pasir, aduk merata tunggu hingga air mendingin.
3. campurkan larutan serat pisang dan air panas (sudah dingin) ke ember, tambahkan dedak, aduk-aduk.
4. tutup ember dengan rapat, biarkan selama 10 hari.
5. setelah 10 hari cek kondisi MOL, jika sudah bau, dan muncul gelembung2 udara, berarti MOL sudah jadi dan dapat dipergunakan.
6. penghilang bau dapat digunakan nanas yang telah dihancurkan sebelumnya.

BATAS MAKSIMUM RESIDU PESTISIDA PADA BEBERAPA KOMODITAS HORTIKULTURA


Penggunaan pestisida dalam proses produksi pertanian dapat mengakibatkan terdapatnya residu pestisida pada hasil pertanian yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan masyarakat.  Oleh karena itu untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan terjadinya bahaya pestisida, maka perlu ditetapkan batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian.  Berikut ini disajikan batas maksimum residu pestisida pada beberapa  komoditas sayuran, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan, Nomor: 881/MENKES/SKB/VIII/1996   :   Tahun 1996.        711/Kpts/TP.270/8/96

 Bawang merah (Onion) *)


Jenis Pestisida


Batas  Maks.Residu (mg/kg)


Jenis Pestisida


Batas  Maks.Residu (mg/kg)

Aldikarb
Aldrin
Benalaksil
Benomil
Dieldrin
Diklofluanid
Dikloran
Dikuat
Dimetoat
Endosulfan
Etion
Etoprofos
Etrimfos
Fenitrotion
Fensulfotion
Fention
Folpet
Hidrazit meleat
Iprodion
Isofenfos
Kaptafol
Karbendazim
Karbofuran
Klorfenvinfos
Klorotalonil
Klorpirifos
Mefinfos
Metalaksil
Metomil
Monokrotofos
Oksamil
Ometoat
Permetrin
Pirimifos metil

0,05
0,1
0,2
2
0,1
0,1
10
0,1
0,2
0,2
1
0,2
0,05
0,05
0,1
0,1
2
15
0,1
0,1
0,5
2
0,1
0,05
5
0,05
0,1
0,05
0,2
0,1
0,05
0,1
5
1

Poksim
Pirimikarb
Sianofenfos
Sipermetrin
Tiabendazol
Tiofanat metil
Triadimefon
Triazofos
Vinklozolin

 
Buncis (Beans)






Aldikarb
Deltametrin
Etiofenkarb
Fenvalerat
Flusitrinat
Iprodion
Karbendazim
Lindan
Metomil
Oksamil
Ometoat
Permetrin
Pirimikarb
Propargit
Sipermetrin
Vinklozolin

0,05
0,5
0,05
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
1






Batas  Maks.Residu (mg/kg)

0,1
1
0,2
0,1
0,05
0,2
2
1
0,1
0,2
0,2
0,1
0,1
0,2
0,05
2
*) dianggap sama dengan Bawang Bombay



Wortel (Carrot)                                                                                                          Lanjutan Tomat

 

Jenis Pestisida
 


Batas  Maks.Residu (mg/kg)




Jenis Pestisida
 
 


Batas  Maks.Residu (mg/kg)

Aldrin
Dieldrin
Dikloran
Endosulfan
Fenamifos
Fentin
Fosfamidon
Kaptafol
Karbaril
Karbofuran
Klordan
Klorfenvinfos
Klorotalonil
Klorpirifos metil
Lindan
Mefinfos
Metalaksil
Monokrotofos
Oksamil
Ometoat
Orto Fenil Fenol
Pirimifos metil
Pirimikarb
Tiofanat Metil
Tiometon
Triazofos
Triklorfon

 

Tomato (Tomato)
 



Aldikarb
Amitraz
Asefat
Benalaksil
Benomil
Bromide anorganik
Diflubenzuron
Diklofluanid
Dikloran
Dikofol
Ditiokarbamat
Etefon
Etion
Etoprofos
Etrimfos

0,1
0,1
10
0,2
0,2
0,2
0,2
0,5
2
0,5
0,1
0,05
1
0,5
0,2
0,1
0,05
0,05
0,1
0,05
20
1
0,05
5
0,05
0,1
0,05




Batas  Maks.Residu (mg/kg)

0,5
0,5
0,5
0,5
5
75
1
2
0,5
1
3
3
2
0,2
0,2

Fenbutatin oksida
Fenitrotion
Fensulfotion
Fention
Fenvalerat
Flusitrinat
Folpet
Forat
Fosalon
Fosfamidon
Heptaklor
Iprodion
Kaptafol
Kaptan
Karbaril
Karbofenotion
Karbofuran
Klordan
Klorfenvinfos
Klorobenzilat
Klorotalonil
Klorpirifos metil
Lindan
Malation
Mefinfos
Metalaksil
Metamidofos
Metidation
Metiokarb
Monokrotofos
Oksamil
Ometoat
Orto fenil fenol
Paration metil
Permethrin
Pirimifos metil
Pirimikarb
Poksim
Propargit
Quintozin
Siheksatin
Sipermetrin
Tiabendazol
Tiobenkarb
Tiofanat metil
Tiometon
Tolifluanid
Triadimefon
Triforin
Vinklozolin

1
0,5
0,1
0,5
1
0,2
5
0,1
1
0,2
0,02
5
5
15
5
0,02
0,1
0,02
0,1
0,2
5
0,5
2
3
0,2
0,5
0,01
0,1
0,2
1
2
1
10
0,2
0,1
1
1
0,2
2
0,1
2
0,5
2
1
5
0,5
2
0,5
0,5
3

Pemetaan potensi wilayah di Desa Gekbrong


Wilayah Desa Gekbrong memiliki potensi yang beragam yang belum di kembangkan baik oleh lembaga swadaya ataupun pemerintah. Mereka kebanyakan mengungkapkan hanya sebagai klaim dari beberapa pihak pemerdayaan, yang pada aslinya pengembangan tidak mempunyai arah atau dampingan yang tepat. Sejak kedatangan CSR PT. Tirta Investama, pertama kali mereka sangat curiga bahkan tidak mau dijadikan alat dari pihak manapun, dikarenakan mereka trauma akan pemanfaatan pada mereka. Tapi ada yang berbeda dengan pengembangan yang dibawa atau yang diungkapkan oleh CSR. Kata mereka mengungkapkan persentasi yang diungkapkan oleh CSR sangat membimbing mereka bahkan memotivasi mereka untuk berkembang. Oleh karena itu, mereka tertarik bukan pada bantuan yang akan mereka dapatkan kelak akan tetapi bimbingan serta pembinaannya.
Adapun perkembangan dalam perjalanan dan bincang-bincang dengan masyarakat sekitar maka didapatkan potensi sebagai berikut;
1.       Kampung Jati, merupakan daerah yang berada di atas PT. Tirta Investama, letaknya dekat dengan PUSKESMAS Kecamatan Gekbrong. Kebanyakan dari penduduk berprofesi sebagai petani dan buruh tani/ buruh pabrik. Adapun bidang pertanian yang ada adalah perikanan, Palawija, Pertanian Sawah, dan berbagai peternakan. Akan tetapi di kampung tersebut terdapat potensi berupa UKM, karena didaerah tersebut terdapat UKM tanaman Hias, dan UKM Baju, Kopiah, dan aneka boneka.
2.       Kampung Lapang, merupakan daerah diatas sebelah kanan atau sebelah utara pabrik AQUA. Kebanyakan penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak. bahkan peternak pada umumnya yang dikenal di Desa Gekbrong, karena mereka sangat ulet dalam memelihara ternak khususnya domba. Akan tetapi tidak menutup akan potensi UKM. Di sana pedamping menemukan ada pengrajin buat kurung, dinding atau ayaman bilik, dan pembuatan kue.
3.       Kampung Bangkuong, masih tetangga Kampung Lapang, merupakan perbatasan antara desa Gekbrong dan Desa Kebon Peuteuy. Terletak di atas sebelah utara pabrik AQUA. Memiliki potensi pemuda yang sangat banyak serta bergerak dibidang pertanian dan peternakan. Wilayah tersebut terdapat pesantren dan tokoh ulama yang sangat disegani se Cianjur-Sukabumi. Selain itu, terdapat perkebunan teh dan cengkeh milik warga dan bagian atasnya kebanyakan dari penduduknya bercocok tanam pada palawija. Pada bidang kerajinan terdapat pengrajin kandang atau kurung.
4.       Kampung Pasir Tulang, merupakan daerah yang terletak dibawah pabrik AQUA. Potensi yang ada di kampung tersebut adalah potensi peternakan. Yang terkenal adalah pada bidang peternakan ayam pelung.
5.       Kampung Pajagaan, merupakan masih satu ke Rw-an dengan Pasir Tulang. Memiliki potensi baik secara tempat ataupun pertanian bahkan peternakan kelincinya. Potensi tempat maksudnya buat adventure baik berupa wisata pertanian atau ajang permainan shot gun. Dalam UKM nya terdapat pembuatan bumbu instan. Di lain pihak terdapat potensi juga dalam pembibitan tanaman hutan kayu.