Laman

Rabu, 16 April 2014

Kulit Pisang Jangan dibuang

Kuliah malam..... permintaan mas Azolla Blora .... kuliah ulangan kulit pisang
Kulit pisang mengandung air dalam jumlah besar yaitu mencapai 68,90 %, unsur kedua yg terkandung cukup besar dalam kulit pisang yaitu karbohidrat sebesar 18,50 %. Sisanya terdiri dari protein, zat besi dan unsur lainnya. Dibawah ini adalah komposisi lengkap unsur-unsur kimia dalam 100 g kulit pisang :
Zat Gizi Kadar
Air (g) 68.90
Karbohidrat (g) 18.50
Lemak (g) 2.11
Protein (g) 0.32
Kalsium (mg) 715
Fosfor (mg) 117
Zat Besi (mg) 1.60
Vitamin B (mg) 0.12
Vitamin C (mg) 17.50
Balai penelitian dan pengembangan Industri, Jatim Surabaya (1982)
Kulit buah pisang mengandung 15% Kaliun dan 12% Fosfor lebih banyak daripada daging buah. Keberadaan Kalium dan Fosfor yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Pupuk kulit buah pisang adalah sumber potensial pupuk potasium dengan kadar K2O 46-57% basis kering. Selain mengandung Potasium dan Fosfor, kulit pisang juga mengandung Magnesium, Sulfur, dan sodium. Potasium adalah unsur hara mikro yang membantu pembentukan protein, karbohidrat, dan gula, serta membantu pengangkutan gula dari daun ke buah, memperkuat jaringan tanaman serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
Pupuk kulit pisang yang baik adalah pupuk kulit pisang yang dilengkapi dengan mikroorganisme pelarut pospat (bisa didapatkan di toko pertanian)karena tanaman tidak dapat menyerap pospat secara langsung dari media tanam. Pospat/Phosphorus oxide / phosphate sebagai unsur kimia dalam bentuk ikatan P2O5 tidak dapat diserap langsung tanaman melainkan akan diserap dalam bentuk ion PO4. Disinilah peran mikroorganisme pelarut pospat diperlukan.
Demikian pula dengan unsur kalium yang biasanya terdapat dalam bentuk ikatan K2O yang perlu diubah menjadi K+ oleh mikroorganisme. Sodium atau Natrium (Na) adalah unsur yang dapat ditemukan dalam garam dapur (NaCl), karena kemiripan Kalium dengan Natrium dalam hal mengatur rumah tangga air dalam tubuh tanaman sehingga proses fotosintesis dapat terus berlangsung.
1. Bentuk padat
Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit pisang dalam bentuk padat adalah sebagai berikut:
• Kulit pisang dipotong-potong atau dicacah dan dibasahi
• Kulit pisang yang telah dipotong-potong atau dicacah dicampurkan dengan bekatul atau dedak. Perbandingan campuran kulit pisang dan dedak atau bekatul adalah 20 : 1.
• ¼ kg gula pasir dicairkan dengan air sebanyak satu liter, kemudian kedalam larutan gula tersebut dimasukkan ¼ liter bakteri dan diaduk hingga rata.
• Larutan campuran gula + bakteri disiramkan ke campuran kulit pisang dan dedak atau bekatul, aduk hingga rata kemudian digundukkan atau ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan di tutup rapat.
• Dalam waktu 4-7 hari pupuk organik berbahan kulit pisang sudah siap digunakan.
2. Bentuk cair
Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit pisang dalam bentuk cair adalah sebagai berikut:
• Kulit pisang diblender atau di tumbuk hingga membentuk cairan. Setiap 10 kg kulit pisang dicampur 10 liter air.
• Cairan kulit pisang tersebut dicampur dengan larutan gula dan bakteri. Komposisi bakteri dan larutan gula seperti pada pembuatan pupuk organik dalam bentuk padat.
• Larutan tersebut direndam selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari pupuk organik cair siap digunakan. Setiap 1 liter pupuk organik kulit pisang cair dilarutkan dalam 10 liter air.
Kuliah malam..... permintaan mas Azolla Blora .... kuliah ulangan kulit pisang

Kulit pisang mengandung air dalam jumlah besar yaitu mencapai 68,90 %, unsur kedua yg terkandung cukup besar dalam kulit pisang yaitu karbohidrat sebesar 18,50 %. Sisanya terdiri dari protein, zat besi dan unsur lainnya. Dibawah ini adalah komposisi lengkap unsur-unsur kimia dalam 100 g kulit pisang : 

Zat Gizi Kadar
Air (g) 68.90
Karbohidrat (g) 18.50
Lemak (g) 2.11
Protein (g) 0.32
Kalsium (mg) 715
Fosfor (mg) 117
Zat Besi (mg) 1.60
Vitamin B (mg) 0.12
Vitamin C (mg) 17.50
Balai penelitian dan pengembangan Industri, Jatim Surabaya (1982)

Kulit buah pisang mengandung 15% Kaliun dan 12% Fosfor lebih banyak daripada daging buah. Keberadaan Kalium dan Fosfor yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Pupuk kulit buah pisang adalah sumber potensial pupuk potasium dengan kadar K2O 46-57% basis kering. Selain mengandung Potasium dan Fosfor, kulit pisang juga mengandung Magnesium, Sulfur, dan sodium. Potasium adalah unsur hara mikro yang membantu pembentukan protein, karbohidrat, dan gula, serta membantu pengangkutan gula dari daun ke buah, memperkuat jaringan tanaman serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Pupuk kulit pisang yang baik adalah pupuk kulit pisang yang dilengkapi dengan mikroorganisme pelarut pospat (bisa didapatkan di toko pertanian)karena tanaman tidak dapat menyerap pospat secara langsung dari media tanam. Pospat/Phosphorus oxide / phosphate sebagai unsur kimia dalam bentuk ikatan P2O5 tidak dapat diserap langsung tanaman melainkan akan diserap dalam bentuk ion PO4. Disinilah peran mikroorganisme pelarut pospat diperlukan.

Demikian pula dengan unsur kalium yang biasanya terdapat dalam bentuk ikatan K2O yang perlu diubah menjadi K+ oleh mikroorganisme. Sodium atau Natrium (Na) adalah unsur yang dapat ditemukan dalam garam dapur (NaCl), karena kemiripan Kalium dengan Natrium dalam hal mengatur rumah tangga air dalam tubuh tanaman sehingga proses fotosintesis dapat terus berlangsung.

1. Bentuk padat
Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit pisang dalam bentuk padat adalah sebagai berikut:
• Kulit pisang dipotong-potong atau dicacah dan dibasahi
• Kulit pisang yang telah dipotong-potong atau dicacah dicampurkan dengan bekatul atau dedak. Perbandingan campuran kulit pisang dan dedak atau bekatul adalah 20 : 1.
• ¼ kg gula pasir dicairkan dengan air sebanyak satu liter, kemudian kedalam larutan gula tersebut dimasukkan ¼ liter bakteri dan diaduk hingga rata.
• Larutan campuran gula + bakteri disiramkan ke campuran kulit pisang dan dedak atau bekatul, aduk hingga rata kemudian digundukkan atau ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan di tutup rapat.
• Dalam waktu 4-7 hari pupuk organik berbahan kulit pisang sudah siap digunakan.

2. Bentuk cair
Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit pisang dalam bentuk cair adalah sebagai berikut:
• Kulit pisang diblender atau di tumbuk hingga membentuk cairan. Setiap 10 kg kulit pisang dicampur 10 liter air.
• Cairan kulit pisang tersebut dicampur dengan larutan gula dan bakteri. Komposisi bakteri dan larutan gula seperti pada pembuatan pupuk organik dalam bentuk padat.
• Larutan tersebut direndam selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari pupuk organik cair siap digunakan. Setiap 1 liter pupuk organik kulit pisang cair dilarutkan dalam 10 liter air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar