Laman

Rabu, 16 April 2014

Daun Bambu (EMB)

Kuliah Sore .... Mengenai Daun Bambu.... yang baik untuk jantung....
EFFECTIVE MICROORGANISM BAMBOO (EMB) SEBAGAI DEKOMPOSER dan ZPT, PUPUK ORGANIK ALTERNATIF
Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.
Mikroorganisme pada serasah daun bambu dapat dikembangkan sebagai biodekomposer dari sampah organik. Mikroorganisme tersebut adalah Saccharomyces cerrevisiae dan Lactobacillus sp serta Aspergillus sp. Mikroorganisme tersebut mempunyai keunggulan masing-masing dalam mengurai sampah organik maupun perannya untuk menyuburkan tanah. keunggulan dari mikroorganisme ini adalah:
1.Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus sp)
a. Menghasilkan asam laktat dari gula
b. Menekan pertumbuhan jamur yang merugikan, seperti Fusariumsp.
c. Mempercepat penguraian bahan-bahan organik.
2.Saccharomyces cerrevisiae
a. Membentuk zat anti bakteri
b. Meningkatkan jumlah sel akar dan perkembangan akar.
3.Jamur Fermentasi (Aspergillus sp)
a. Menguraikan bahan organik (selulosa, karbohidrat) dan mengubahnya menjadi alkohol, ester, dan antimikroba.
b. Dapat menghilangkan bau.
Sedangkang yang lainnya mengungkapkan kandungan daun bambu Chaetomium globosum, Aspergillus sp., Paecilomyces sp., dan Mortierella sp. Cendawan endofit Paecilomyces sp. mampu menekan kejadian penyakit akar gada 18,75% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
BAHAN :
1. Kapang yang terdapat pada tumpukan daun Bamboo yang sudan melapuk.
2. Nasi
3. Gula Merah
4. Air
LANGKAH KERJA :
1. Mikroorganisme diperoleh berasal dari daun bambu yang mempunyai mikroorganisme yang cukup banyak.
2. Daun bambu yang mengandung mikroorganisme tersebut dimasukan ke dalam ember atau kotak kayu, diisi daun bambo separuh dari volume ember/kotak.
3. Nasi hangat dikepak beberapa bulatan dan diletakan pada daun bambu yang berada dalam ember/kotak kayu agar mikroorganisme yang berada di daun bambu tersebut dapat pindah ke kepalan nasi.
4. Kepalan nasi berada di dalam ember/kotak selama 3 hari, diletakan pada tempat yang gelap dan selalu ditutup rapat agar tidak terkontaminasi mikroorganisme dari luar.
5. Setelah 3 hari buka kotak yang berisi nasi, kemudian ambil kepalan nasi tersebut jika terdapat benang putih menempel pada permukaan nasi, itu adalah kapang, tetapi bila terdapat warna kuning / oranye itu adalah bakteri, dan ini harus di buang.
6. Masukkan nasi yang sudah ditempeli oleh kapang kedalam wadah / toples kaca, masing-masing toples di isi satu kepalan nasi dan tiap toples di beri gula merah sebanyak 35 gram, lalu tambahkan air sampai i nasi tertutupi skitar 200 ml air, kemudian tutup rapat dan letakan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung , biarkan selam 4 hari
7. Setelah 4 hari tutup wadah / toples dibuka secara perlahan, terdapat banyak buih – buih atau gelembung – gelembung serta berbau alkhol itu tandanya sudah jadi
8. Saringlah larutan EMB yang sudah, masukan kedalam botol dengan mengunakan corong plastik dan simpan di tempat yang teduh dan kering.
9. Tambahkan gula merah kedalam larutan secukupnya agar aspergillus tetap hidup.
Kuliah Sore .... Mengenai Daun Bambu.... yang baik untuk jantung....

EFFECTIVE MICROORGANISM BAMBOO (EMB) SEBAGAI DEKOMPOSER dan ZPT, PUPUK ORGANIK ALTERNATIF

Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular. 

Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.   

Mikroorganisme pada serasah daun bambu dapat dikembangkan sebagai biodekomposer dari sampah organik. Mikroorganisme tersebut adalah Saccharomyces cerrevisiae dan Lactobacillus sp serta Aspergillus sp. Mikroorganisme tersebut mempunyai keunggulan masing-masing dalam mengurai sampah organik maupun perannya untuk menyuburkan tanah. keunggulan dari mikroorganisme ini adalah:
1.Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus sp)
a.    Menghasilkan asam laktat dari gula
b.    Menekan pertumbuhan jamur yang merugikan, seperti Fusariumsp.
c.    Mempercepat penguraian bahan-bahan organik.
2.Saccharomyces cerrevisiae
a.    Membentuk zat anti bakteri
b.    Meningkatkan jumlah sel akar dan perkembangan akar.
3.Jamur Fermentasi (Aspergillus sp)
a.       Menguraikan bahan organik (selulosa, karbohidrat) dan mengubahnya menjadi alkohol, ester, dan antimikroba.
b.      Dapat menghilangkan bau.

Sedangkang yang lainnya mengungkapkan kandungan daun bambu Chaetomium globosum, Aspergillus sp., Paecilomyces sp., dan Mortierella sp. Cendawan endofit Paecilomyces sp. mampu menekan kejadian penyakit akar gada 18,75% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

BAHAN  :
1.      Kapang yang terdapat pada tumpukan daun Bamboo yang sudan melapuk.
2.       Nasi
3.       Gula Merah
4.       Air
LANGKAH KERJA :
1.      Mikroorganisme diperoleh berasal dari daun bambu yang mempunyai mikroorganisme yang cukup banyak.
2.       Daun bambu yang mengandung mikroorganisme tersebut dimasukan ke dalam ember atau kotak kayu,  diisi daun bambo separuh dari volume ember/kotak.
3.      Nasi hangat dikepak beberapa bulatan dan diletakan pada daun bambu yang berada dalam ember/kotak kayu agar mikroorganisme yang berada di daun bambu  tersebut dapat pindah ke kepalan nasi.
4.      Kepalan nasi berada di dalam ember/kotak selama 3 hari, diletakan pada tempat yang gelap dan selalu ditutup rapat agar tidak terkontaminasi mikroorganisme dari luar.
5.      Setelah 3 hari buka kotak yang berisi nasi, kemudian ambil kepalan nasi tersebut jika terdapat benang  putih menempel pada permukaan nasi, itu adalah kapang, tetapi bila terdapat warna kuning / oranye  itu adalah bakteri, dan ini harus di buang.
6.      Masukkan nasi yang sudah ditempeli oleh kapang kedalam wadah / toples kaca, masing-masing toples di isi satu kepalan nasi dan tiap toples di beri gula merah sebanyak 35 gram, lalu  tambahkan air sampai i nasi tertutupi skitar  200 ml air, kemudian  tutup rapat dan letakan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung , biarkan  selam 4 hari
7.      Setelah 4 hari tutup wadah / toples dibuka secara perlahan,  terdapat banyak buih – buih atau gelembung – gelembung serta berbau alkhol  itu tandanya sudah jadi
8.      Saringlah larutan EMB yang sudah, masukan kedalam botol dengan mengunakan corong plastik dan simpan di tempat yang teduh dan kering.
9.      Tambahkan gula merah kedalam larutan secukupnya agar aspergillus tetap hidup.

3 komentar:

  1. Gimana cara penggunaannya mas...klo boleh dibagikan..

    BalasHapus
  2. Maaf Mas, saya boleh minta link jurnal mengenai EMB? saya butuh referensi untuk skripsi.

    BalasHapus