Petani Organik Jaya

Ilmu sesungguhnya Hak untuk orang yang mempelajari... disini blog saya yang kedua yang mengajarkan pertanian yang murah, berkualitas dan kuantitas banyak... semoga bermanfaat bagi mereka yang mau berlajar pertanian organik

Laman

  • Beranda

Jumat, 19 Desember 2014

Sirih oh sirih

17 Hal yang harus anda ketahui mengenai Sirih
Secara umum, daun sirih mengandung minyak asitri yang berisikan senyawa kimia seperti fenolserta senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol.
Kandungan daun sirih lainnya yaitu karoren, asam nikotinat, riboflavin, tiamin, vitamin C, gula, tannin, patin dan asam amino.
MANFAAT EKSTRAK SIRIH SEBAGAI PESTISIDA ALAMI, PEMBASMI BAKTERI PADA IKAN DAN PENGAWET PADA GULA MERAH ANTARA LAIN :
1. Daun sirih mengandung fenol dan kavikol efektif untuk hama penghisap.
2. Sebagai pestisida yang bersifat sebagai fungisida dan bakterisida, dengan cara kerjanya menghambat perkembangan bakteri dan jamur
3. Sebagai alternatif pengendalian serangan hama pada tanaman padi hama tanaman walangsangit berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didesa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten jember pada bulan maret sampai dengan mei 2011.
4. Sebagai penghambat pertumbuhan linear mycosphaerella fragariae penyebab bercak daun pada tanaman stoberi karena kandungan kimianya yang mengandung atsiri, tetle fenol, kavikol, hidroksikavicol, cavibetol, estragol, dan karvakrol, seskuiterpen.
5. Berdasarkan penelitian daun sirih dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan jamur, dimana senyawa chavicol dan betlephenol mempunyai daya antiseptic yang kuat.
6. Selain itu juga juga ekstrak daun sirih sabagai bahan pengawet karena didalamnya mengandung komponen bioaktif berupa senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Hasilnya sudah dipraktekkan sebagai bahan pengawet makanan, hasilnya gula kelapa yg diproduksi dengan menggunakan ekstrak daun sirih kualitasnya lebih baik, dari segi rasa, aroma, maupun khasiat dan daya simpannya. Selain itu daun sirih tdk bersifat higroskopis sehingga gula kelapa yang dihasilkan lebih awet karena dapat meminimalisasi kadar air dalam gula.
7. Selain itu campuran sirih dan tembakau untuk membasmi belalang dan ulat pada tanaman.
8. Selain itu juga campuran dari daun sirih, gadung dan brotowali sebagai pembasmi ulat padi,walang sangit dan kepinding tanah.
9. Penelitian pada colletotricum capsici penyebab antraknosa buah cabai pada berbagai media, hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan memberikan ekstrak daun sirih memberikan hasil yang terbaik karena dapat menekan pertumbuhan koloni dan jumlah konidia capcisi karena ekstrak mampu mematikan jamur pathogen tersebut.
10. Penelitian efektifitas ekstrak daun sirih terhadap penyakit jamur fusarium pada tanaman tomat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari yang sama konsentrasi ekstrak daun sirih 100 g/l adalah yang paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. dengan daya hambat sebesar 87.80% dan jamur Trichoderma sp. sebesar 50.55%. hasil tersebut menunjukkan bahwa Trichoderma sp. lebih toleran terhadap aplikasi ekstrak daun sirih dibanding Fusarium sp. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirih yang diaplikasikan maka semakin besar daya hambatnya terhadap pertumbuhan jamur baik itu jamur Fusarium sp. maupun jamur Trichoderma sp.
11. Hasil penelitianefektifitas daun sirih sirih terhadap tanaman uji insektisida botani terhadap hama maruca testulalis pada tanaman kacang panjang menunjukkan bahwa konsentrasi ektrak dan jenis daun yang diuji berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva, persentase jumlah larva yang menjadi pupa dan persentase kerusakan tanaman, baik terhadap daun, bunga dan polong, sedangkan perlakuan jenis daun saja tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kerusakan tanaman. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan akan semakin nyata pengaruhnya terhadap parameter pengamatan yang diteliti. Jenis ekstrak daun yang paling efektif adalah ekstrak daun dengan konsentrasi 10 %. Perlakuan interaksi konsenntarasi ektrak dengan jenis daun berpengaruh nyata terhadap mortalitas larvai, dan persentase larva menjadi pupa.
12. Uji efektifitas pestisida daun sirih untuk mengendalikan penyakit karat daun pada tanaman kacang kedelai, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan terakhir perlakuan pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh phakopsora pachyrhizi. Perlakuan pestisida nabati berpengaruh nyata pada produksi menjadi lebih banyak.
13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (P. crocatum) mempunyai efektifitas terhadap bakteri A. Hydrophila secara in vitro. Berdasarkan hasil uji MIC, ekstrak daun sirih merah (P.crocatum) menghambat pertumbuhan bakteri A. Hydrophila pada konsentrasi minimum 12,5% dan berdasarkan hasil uji MBC, ekstrak daun sirih merah (P. crocatum) efektif membunuh bakteri A.Hydrophila pada konsentrasi minimum 25%. Kerja zat antibakteri dalam menghambat dan membunuh bakteri dipengaruhi oleh konsentrasi zat antibakteri tersebut. Bakteri tersebut menyerang ikan air tawar.
14. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis yang efektif ekstrak daun sirih (P. betle Linn) melalui metode perendaman terhadap tingkat kelulushidupan udang windu (P. monodon ) dan jumlah bakteri Vibrio yang terinfeksi bakeri V. harveyi. Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis Ekstrak yang digunakan adalah : 0 ppm (A), 20 ppm (B), 30 ppm (C), 40 ppm(D). Parameter utama yang diamati adalah jumlah bakteri Vibrio dan tingkat kelulushidupan udang windu (P. monodon ). Parameter penunjang yang diamati adalah kualitas air. Hasil uji Anava menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih berbagai dosis (0 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm) tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan udang windu dan jumlah bakteri Vibrio. Dosis 30 ppm menghasilkan kelulushidupan tertinggi sebesar 57 %. Dosis 40 ppm merupakan dosis ekstrak daun sirih yang menghasilkan penurunan jumlah bakteri tertinggi sebesar 1,9 x 103 CFU/ml. Kualitas air media pemeliharaan udang windu adalah suhu air media pemeliharaan berkisar 27º- 29ºC, oksigen terlarut (DO) berkisar 5 – 6 mg/l, pH berkisar 7 dan amoniak 0,003 ppm.
15. Daun Sirih antara lain mengandung kavikol dan kavibetol yang merupakan turunan dari fenol yang mempunyai daya antibakteri lima kali lipat dari fenol biasa terhadap Staphylococcus aureus. Cara kerja fenol dalam membunuh mikroorganisme yaitu dengan cara mendenaturasi protein sel (Pelczar dan Chan, 1981). Dengan terdenaturasinya protein sel, maka semua aktivitas metabolisme sel dikatalisis oleh enzim yang merupakan suatu protein (Lawrence dan Block, 1968).
16. Pemberian ekstrak daun sirih juga berpangaruh nyata untuk tanaman pada jagung manis, dimana sebelum dilakukan penyemaian bibit direndam dalam larutan sirih mempunyai kekebalan yang lebih baik dibanding yang tidak direndam dan menghasilkan tongkol jagung yang lebih banyak Pengujian Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) dan Trichoderma sp. serta Kombinasinya terhadap Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tomat (Lycopersicon esculentum M.). %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari yang sama konsentrasi ekstrak daun sirih 100 g/l adalah yang paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. dengan daya hambat sebesar 87.80% dan jamur Trichoderma sp. sebesar 50.55%. hasil tersebut menunjukkan bahwa Trichoderma sp. lebih toleran terhadap aplikasi ekstrak daun sirih dibanding Fusarium sp. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirih yang diaplikasikan maka semakin besar daya hambatnya terhadap pertumbuhan jamur baik itu jamur Fusarium sp. maupun jamur Trichoderma sp.
17. Pemberian ekstrak Daun Sirih dapat mengurangi bakteri pada peternakan sapi dan domba. Karena sifat daun sirih sebagai anti bakteri, dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
17 Hal yang harus anda ketahui mengenai Sirih
Secara umum, daun sirih mengandung minyak asitri yang berisikan senyawa kimia seperti fenolserta senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol.
Kandungan daun sirih lainnya yaitu karoren, asam nikotinat, riboflavin, tiamin, vitamin C, gula, tannin, patin dan asam amino.

MANFAAT   EKSTRAK SIRIH SEBAGAI PESTISIDA ALAMI, PEMBASMI BAKTERI PADA IKAN DAN PENGAWET PADA GULA MERAH ANTARA LAIN :
1. Daun sirih mengandung fenol dan kavikol efektif untuk hama penghisap.
2. Sebagai pestisida yang bersifat sebagai fungisida dan bakterisida, dengan cara kerjanya menghambat perkembangan bakteri dan jamur
3. Sebagai alternatif pengendalian serangan hama pada tanaman padi hama tanaman walangsangit berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didesa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten jember pada bulan maret sampai dengan mei 2011.
4. Sebagai penghambat pertumbuhan linear mycosphaerella fragariae penyebab bercak daun pada tanaman stoberi karena kandungan kimianya yang mengandung atsiri, tetle fenol, kavikol, hidroksikavicol, cavibetol, estragol, dan karvakrol, seskuiterpen.
5. Berdasarkan penelitian daun sirih dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan jamur, dimana senyawa chavicol dan betlephenol mempunyai daya antiseptic yang kuat.
6. Selain itu juga juga ekstrak daun sirih sabagai bahan pengawet karena didalamnya mengandung komponen bioaktif berupa senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Hasilnya sudah dipraktekkan sebagai bahan pengawet makanan, hasilnya gula kelapa yg diproduksi dengan menggunakan ekstrak daun sirih kualitasnya lebih baik, dari segi rasa, aroma, maupun khasiat dan daya simpannya. Selain itu daun sirih tdk bersifat higroskopis sehingga gula kelapa yang dihasilkan lebih awet karena dapat meminimalisasi kadar air dalam gula.
7. Selain itu  campuran sirih dan tembakau untuk membasmi belalang dan ulat pada tanaman.
8. Selain itu juga campuran dari daun sirih, gadung dan brotowali sebagai pembasmi ulat padi,walang sangit dan kepinding tanah.
9. Penelitian pada colletotricum capsici penyebab antraknosa buah cabai pada berbagai media, hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan memberikan ekstrak daun sirih memberikan hasil yang terbaik karena dapat menekan pertumbuhan koloni dan jumlah konidia capcisi karena ekstrak mampu mematikan jamur pathogen tersebut.
10. Penelitian efektifitas ekstrak daun sirih terhadap penyakit jamur fusarium pada tanaman tomat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari yang sama konsentrasi ekstrak daun sirih 100 g/l adalah yang paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. dengan daya hambat sebesar 87.80% dan jamur Trichoderma sp. sebesar 50.55%. hasil tersebut menunjukkan bahwa Trichoderma sp. lebih toleran terhadap aplikasi ekstrak daun sirih dibanding Fusarium sp. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirih yang diaplikasikan maka semakin besar daya hambatnya terhadap pertumbuhan jamur baik itu jamur Fusarium sp. maupun jamur Trichoderma sp.
11. Hasil penelitianefektifitas daun sirih sirih terhadap tanaman uji insektisida botani terhadap hama maruca testulalis pada tanaman kacang panjang menunjukkan bahwa konsentrasi ektrak dan jenis daun yang diuji berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva, persentase jumlah larva yang menjadi pupa dan persentase kerusakan tanaman, baik terhadap daun, bunga dan polong, sedangkan perlakuan jenis daun saja tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kerusakan tanaman. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan akan semakin nyata pengaruhnya terhadap parameter pengamatan yang diteliti. Jenis ekstrak daun yang paling efektif adalah ekstrak daun  dengan konsentrasi 10 %. Perlakuan interaksi konsenntarasi ektrak dengan jenis daun berpengaruh nyata terhadap mortalitas larvai, dan persentase larva menjadi pupa.
12. Uji efektifitas pestisida daun sirih untuk mengendalikan penyakit karat daun pada tanaman kacang kedelai, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan terakhir perlakuan pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh phakopsora pachyrhizi. Perlakuan pestisida nabati berpengaruh nyata pada produksi menjadi lebih banyak.
13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (P. crocatum) mempunyai efektifitas terhadap bakteri A. Hydrophila secara in vitro. Berdasarkan hasil uji MIC, ekstrak daun sirih merah (P.crocatum) menghambat pertumbuhan bakteri A. Hydrophila pada konsentrasi minimum 12,5% dan berdasarkan hasil uji MBC, ekstrak daun sirih merah (P. crocatum) efektif membunuh bakteri A.Hydrophila pada konsentrasi minimum 25%. Kerja zat antibakteri dalam menghambat dan membunuh bakteri dipengaruhi oleh konsentrasi zat antibakteri tersebut. Bakteri tersebut menyerang ikan air tawar.
14. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis yang efektif ekstrak daun sirih (P. betle Linn) melalui metode perendaman terhadap tingkat kelulushidupan udang windu (P. monodon ) dan jumlah bakteri Vibrio yang terinfeksi bakeri V. harveyi. Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis Ekstrak yang digunakan adalah : 0 ppm (A), 20 ppm (B), 30 ppm (C), 40 ppm(D). Parameter utama yang diamati adalah jumlah bakteri Vibrio dan tingkat kelulushidupan udang windu (P. monodon ). Parameter penunjang yang diamati adalah kualitas air. Hasil uji Anava menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih berbagai dosis (0 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm) tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan udang windu dan jumlah bakteri Vibrio. Dosis 30 ppm menghasilkan kelulushidupan tertinggi sebesar 57 %. Dosis 40 ppm merupakan dosis ekstrak daun sirih yang menghasilkan penurunan jumlah bakteri tertinggi sebesar 1,9 x 103 CFU/ml. Kualitas air media pemeliharaan udang windu adalah suhu air media pemeliharaan berkisar 27º- 29ºC, oksigen terlarut (DO) berkisar 5 – 6 mg/l, pH berkisar 7 dan amoniak 0,003 ppm.
15. Daun Sirih antara lain mengandung kavikol dan kavibetol yang merupakan turunan dari fenol yang mempunyai daya antibakteri lima kali lipat dari fenol biasa terhadap Staphylococcus aureus. Cara kerja fenol dalam membunuh mikroorganisme yaitu dengan cara mendenaturasi protein sel (Pelczar dan Chan, 1981). Dengan terdenaturasinya protein sel, maka semua aktivitas metabolisme sel dikatalisis oleh enzim yang merupakan suatu protein (Lawrence dan Block, 1968).
16. Pemberian ekstrak daun sirih juga berpangaruh nyata untuk tanaman pada jagung manis, dimana sebelum dilakukan penyemaian bibit direndam dalam larutan sirih mempunyai kekebalan yang lebih baik dibanding yang tidak direndam dan menghasilkan tongkol jagung yang lebih banyak Pengujian Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) dan Trichoderma sp. serta Kombinasinya terhadap Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tomat (Lycopersicon esculentum M.). %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari yang sama konsentrasi ekstrak daun sirih 100 g/l adalah yang paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. dengan daya hambat sebesar 87.80% dan jamur Trichoderma sp. sebesar 50.55%. hasil tersebut menunjukkan bahwa Trichoderma sp. lebih toleran terhadap aplikasi ekstrak daun sirih dibanding Fusarium sp. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirih yang diaplikasikan maka semakin besar daya hambatnya terhadap pertumbuhan jamur baik itu jamur Fusarium sp. maupun jamur Trichoderma sp.
17. Pemberian ekstrak Daun Sirih dapat mengurangi bakteri pada peternakan sapi dan domba. Karena sifat daun sirih sebagai anti bakteri, dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
Suka ·  · Bagikan
  • Vespa Ubed, Tori Bakul Kucai Sert, Faizal Nazar dan 13 lainnya menyukai ini.
  • Sani Hipoci Cianjur
    Tulis komentar...
Diposting oleh Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia di 13.53
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Hipoci

Hipoci
Hipoci

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

  • ►  2016 (22)
    • ►  12/11 - 12/18 (2)
    • ►  08/07 - 08/14 (1)
    • ►  07/24 - 07/31 (3)
    • ►  05/08 - 05/15 (16)
  • ►  2015 (16)
    • ►  03/08 - 03/15 (6)
    • ►  02/08 - 02/15 (3)
    • ►  01/25 - 02/01 (1)
    • ►  01/18 - 01/25 (6)
  • ▼  2014 (180)
    • ▼  12/14 - 12/21 (17)
      • Cara mengatasi Emut pada Cabe
      • Galery napak tilas
      • Seputar Kompos
      • Pertanyaan Metan cabe Polibag
      • Kandungan MOL dan Kegunaannya
      • BUAH BINTARO
      • METAN POLIBAG
      • mengenai Buah maja/Berenuk
      • Sirih oh sirih
      • Pertanian masa depan
      • perkembangan Pertanian IFS
      • Input dari pertanian padi
      • Binahong sebagai Alternatif Solusi
      • Karat Kuru pada Sengon
      • Integrated Farming System
      • Budidaya Maggot (Belatung)
      • MOL DARAH
    • ►  10/12 - 10/19 (5)
    • ►  10/05 - 10/12 (3)
    • ►  08/31 - 09/07 (19)
    • ►  04/27 - 05/04 (3)
    • ►  04/13 - 04/20 (18)
    • ►  04/06 - 04/13 (6)
    • ►  03/30 - 04/06 (8)
    • ►  03/23 - 03/30 (8)
    • ►  03/16 - 03/23 (17)
    • ►  03/09 - 03/16 (2)
    • ►  03/02 - 03/09 (11)
    • ►  02/23 - 03/02 (34)
    • ►  02/02 - 02/09 (29)
  • ►  2013 (10)
    • ►  06/23 - 06/30 (2)
    • ►  04/28 - 05/05 (3)
    • ►  04/14 - 04/21 (5)
  • ►  2012 (51)
    • ►  12/16 - 12/23 (2)
    • ►  12/09 - 12/16 (5)
    • ►  11/18 - 11/25 (3)
    • ►  11/11 - 11/18 (5)
    • ►  11/04 - 11/11 (10)
    • ►  10/07 - 10/14 (3)
    • ►  08/05 - 08/12 (2)
    • ►  07/29 - 08/05 (3)
    • ►  07/22 - 07/29 (4)
    • ►  06/17 - 06/24 (5)
    • ►  06/10 - 06/17 (3)
    • ►  05/20 - 05/27 (3)
    • ►  05/13 - 05/20 (2)
    • ►  05/06 - 05/13 (1)

Feedjit

Cari Blog Ini

HIPOCI

Foto saya
Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia
Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
Kami merupakan Himpunan petani yang menggunakan sistem pertanian terpadu... kami juga merupakan kelompok petani yang berharap bisa bermanfaat bagi warga gekbrong pada khususnya dan umumnya masyarakat pertanian
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

  • Unsur Mikro
    seluruh makhluk membutuhkan unsur mikro ini, contoh kekurangan Iodium manusia gondok.... apalagi tumbuhan.... fungsi unsur hara mikro (Mo, F...
  • Media Tanam
    Kuliah.... lagi Yuk... nah tadi siang lagi nongkrong di warung Padeku dapat ilmu... Memaksimalkan penyerapan Carbon..... ini untuk mereka...
  • clotalaria juncea atau orok2 sebagai pupuk
    Kuliah pagi.... sebagai pengetahuan.... clotalaria juncea atau orok2 orok-orok adalah tanaman fast growing, tumbuh dengan cepat, herb...
  • Cara buat Pakan Fermentasi Kambing/Sapi dari Ayah majel
    Berhubung ada yg minta cara bikin pakan fermentasi, ini salah satu caranya yg biasa ayah lakukan Bahan : Jerami / rumput / sisa poh...
  • MOL dari Sabut Kelapa
    Resep MOL ini istimewa dibandingkan dengan resep-resep MOL yang lain, karena konon MOL ini kaya akan unsur K. Bahan...
  • EM5 Pestisida organik
    Kuliah Kedua adalah EM5 Pestisida organik Resep II Bahan : Molas / tetes atau gula 100 ml/0.5 ons, EM-4 100 ml, cuka makan / cuka aren 1...
  • SOP Pertanian
    SOP Bibit Tanaman dan penanaman Padi 1. Gunakanlah bibit lokal unggul atau anda sendiri yang membuat bibit itu sendiri. jangan nggunakan b...
  • Tehnik dan Teknologi Pengawetan pada Makanan
    Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Caranya ...
  • Hipoci Peternakan Ayam pelung
    Kelompok Unit Ayam Pelung Gekbrong wilayah perbatasan antara Kabupaten Sukabumi merupakan pegunungan terletak pada dua gunung, yakni Gu...
  • Bunga Pukul empat Sipenakluk Virus Cucumbar Mosaic Virus
    Bunga Pukul Empat Bunga   pukul emp a t  ( Mirabilis j a lapa  Linn.) Klasifik a si :                           Sub divisi ...

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

Pengikut

Hipoci

Hipoci
Meniti dari nol, belajar dari masa lalu menuai hikmah
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.