Laman

Rabu, 17 April 2013

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati


Masalah besar yang dihadapi petani dalam kegiatan produksi adalah hama penyakit tanaman dan bencana alam. Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit tanaman petani menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, hal ini disebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif.

Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia lainnya adalah:
  1. Hama menjadi kebal (resisten)
  2. Peledakan hama baru (resurjensi)
  3. Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
  4. Terbunuhnya musuh alami

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan yang sebenarnya yang ada di sekitar kita. Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya relatif murah apabila dibandingkan dengan pestisida kimia. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik yaitu :
  1. Merusak perkembangan telur, larva dan pupa
  2. Menghambat penggantian kulit
  3. Mengganggu komunikasi serangga
  4. Menyebabkan serangga menolak makan
  5. Menghambat reproduksi serangga betina
  6. Mengurangi nafsu makan
  7. Memblokir kemampuan makan serangga
  8. Mengusir serangga
  9. Menghambat perkembangan patogen penyakit

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kekurangan . keunggulan dari pestsida nabati diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Murah dan mudah dibuat oleh petani
  2. Relatif aman terhadap lingkungan
  3. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman
  4. Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
  5. Kompatibel digabungkan dengan cara pengendalian yang lain
  6. Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia

Sementara kekurangannya adalah :
  1. Daya kerjanya relatif lambat
  2. Tidak membunuh jasad sasaran secara langsung
  3. Tidak tahan terhadap sinar matahari
  4. Tidak tahan disimpan
  5. Kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang

Contoh Tanaman bahan pestisida
1. MIMBA (Azadirachta indica)
mimba-2Mengandung senyawa aktif azadirachtin, meliantriol, dan salanin. Berbentuk tepung dari daun atau cairan minyak dari biji/buah. Efektif mencegah makan (antifeedant) bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (repellent) dan bersifat sistemik. Mimba dapat membuat serangga mandul, karena dapat mengganggu produksi hormone dan pertumbuhan serangga.
Mimba mempunyai spectrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak (200 spesies) antara lain belalang, thrips, ulat, kupu-kupu putih, dll. Disamping itu dapat juga untuk mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab: embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew). Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, disemprotkan pada daun, disiramkan pada akar agar bisa diserap tanaman dan untuk mengendalikan serangga di dalam tanah.

2. AKAR TUBA (Deris eliptica)
akar_tuba-2Senyawa yang telah ditemukan antara lain adalah retenon. Retenon dapat diekstrak menggunakan eter/aseton menghasilkan 2 – 4 % resin rotenone, dibuat menjadi konsentrat air. Rotenon bekerja sebagai racun sel yang sangat kuat (insektisida) dan sebagai antifeedant yang menyebabkan serangga berhenti makan. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkenal rotenone. Rotenon dapat dicampur dengan piretrin/belerang. Rotenon adalah racun kontak (tidak sistemik) berpspektrum luas dan sebagai racun perut. Rotenon dapat digunakan sebagai moluskisida (untuk moluska), insektisida (untuk serangga) dan akarisida (tungau).

3. KECUBUNG
kecubung-2Kecubung adalah tumbuhan penghasil bahan obat-obatan yang telah dikenal sejak ribuan tahun. Sebagai anggota suku Solanaceae, tumbuhan ini masih sekerabat dengan datura, tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar. Kecubung biasanya berbunga putih dan atau ungu, namun hibridanya berbunga aneka warna. Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh. Kecubung ada yang berasal dariAsia Tenggara, namun ada juga yang berasal dari Benua Amerika.
Kecubung tumbuh di tempat yang beriklim panas dan dibudidayakan di seluruh belahan dunia karena khasiat yang dikandungnya dan juga untuk tanaman hias. Bagian-bagian kecubung, tetapi terutama bijinya, mengandung alkaloid yang berefek halusinogen dan dapat mengganggu sistem syaraf pada serangga.

4. GADUNG
gadung-2Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah umbinya. Umbi gadung mengandung bahan aktif diosgenin, steroid saponin, alkaloid dan fenol. Pestisida nabati umbi gadung efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.






5. KLUWAK
kluwak-2Nama speciesnya Pangium edule Reinw. Kluwak diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas permukaan laut)  di seluruh Indonesia.
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji kluwak yang masih muda. Biji kluwak mengandung bahan kimia asam sianida yang sifatnya beracun, mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, bila terhirup binatang ternak dapat mengakibatkan kematian, namun aman untuk pengawetan ikan.

6. TEMBAKAU
tembakau-2Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah batang dan daunnya. Senyawa yang dikandung adalah nikotin. Ternyata nikotin ini tidak hanya racun untuk manusia, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk racun serangga Daun tembakau kering mengandung 2 – 8 % nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf yang bereaksi cepat. Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga sehingga efektif untuk mengendalikan hama pengisap juga serangga seperti: ulat perusak daun, aphids, triphs, dan pengendali jamur (fungisida).



7. CABE RAWIT
cabai-2Buahnya mengandung kapsaisin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pemati rasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine dan steroid saponin (kapsisidin).

UPTD Laboratorium Dinpertan TPH Kabupaten Grobogan mulai membuat pestisida nabati sejak tahun 2009 dan diuji di lapangan pada kegiatan kaji terap pestisida nabati pada tanaman padi di Kecamatan Purwodadi dan Klambu serta pada tanaman kedele di Kecamatan Toroh. Pestisida nabati digunakan sebelum hama mencapai ambang pengendalian. Hasilnya pestisida nabati dapat menekan populasi hama pada tanaman padi dan kedele. Untuk selanjutnya di aplikasi di Kecamatan lainnya di Kabupaten Grobogan.

diagram-1
Sumber : UPTD Laboratorium Dinpertan TPH Kabupaten Grobogan

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati


Masalah besar yang dihadapi petani dalam kegiatan produksi adalah hama penyakit tanaman dan bencana alam. Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit tanaman petani menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, hal ini disebabkan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat. Disamping itu residu kimia yang beracun tertinggal pada produk pertanian dapat memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif.

Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia lainnya adalah:
  1. Hama menjadi kebal (resisten)
  2. Peledakan hama baru (resurjensi)
  3. Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
  4. Terbunuhnya musuh alami

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan yang sebenarnya yang ada di sekitar kita. Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya relatif murah apabila dibandingkan dengan pestisida kimia. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik yaitu :
  1. Merusak perkembangan telur, larva dan pupa
  2. Menghambat penggantian kulit
  3. Mengganggu komunikasi serangga
  4. Menyebabkan serangga menolak makan
  5. Menghambat reproduksi serangga betina
  6. Mengurangi nafsu makan
  7. Memblokir kemampuan makan serangga
  8. Mengusir serangga
  9. Menghambat perkembangan patogen penyakit

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kekurangan . keunggulan dari pestsida nabati diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Murah dan mudah dibuat oleh petani
  2. Relatif aman terhadap lingkungan
  3. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman
  4. Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
  5. Kompatibel digabungkan dengan cara pengendalian yang lain
  6. Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia

Sementara kekurangannya adalah :
  1. Daya kerjanya relatif lambat
  2. Tidak membunuh jasad sasaran secara langsung
  3. Tidak tahan terhadap sinar matahari
  4. Tidak tahan disimpan
  5. Kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang

Contoh Tanaman bahan pestisida
1. MIMBA (Azadirachta indica)
mimba-2Mengandung senyawa aktif azadirachtin, meliantriol, dan salanin. Berbentuk tepung dari daun atau cairan minyak dari biji/buah. Efektif mencegah makan (antifeedant) bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (repellent) dan bersifat sistemik. Mimba dapat membuat serangga mandul, karena dapat mengganggu produksi hormone dan pertumbuhan serangga.
Mimba mempunyai spectrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak (200 spesies) antara lain belalang, thrips, ulat, kupu-kupu putih, dll. Disamping itu dapat juga untuk mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab: embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew). Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, disemprotkan pada daun, disiramkan pada akar agar bisa diserap tanaman dan untuk mengendalikan serangga di dalam tanah.

2. AKAR TUBA (Deris eliptica)
akar_tuba-2Senyawa yang telah ditemukan antara lain adalah retenon. Retenon dapat diekstrak menggunakan eter/aseton menghasilkan 2 – 4 % resin rotenone, dibuat menjadi konsentrat air. Rotenon bekerja sebagai racun sel yang sangat kuat (insektisida) dan sebagai antifeedant yang menyebabkan serangga berhenti makan. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkenal rotenone. Rotenon dapat dicampur dengan piretrin/belerang. Rotenon adalah racun kontak (tidak sistemik) berpspektrum luas dan sebagai racun perut. Rotenon dapat digunakan sebagai moluskisida (untuk moluska), insektisida (untuk serangga) dan akarisida (tungau).

3. KECUBUNG
kecubung-2Kecubung adalah tumbuhan penghasil bahan obat-obatan yang telah dikenal sejak ribuan tahun. Sebagai anggota suku Solanaceae, tumbuhan ini masih sekerabat dengan datura, tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar. Kecubung biasanya berbunga putih dan atau ungu, namun hibridanya berbunga aneka warna. Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh. Kecubung ada yang berasal dariAsia Tenggara, namun ada juga yang berasal dari Benua Amerika.
Kecubung tumbuh di tempat yang beriklim panas dan dibudidayakan di seluruh belahan dunia karena khasiat yang dikandungnya dan juga untuk tanaman hias. Bagian-bagian kecubung, tetapi terutama bijinya, mengandung alkaloid yang berefek halusinogen dan dapat mengganggu sistem syaraf pada serangga.

4. GADUNG
gadung-2Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah umbinya. Umbi gadung mengandung bahan aktif diosgenin, steroid saponin, alkaloid dan fenol. Pestisida nabati umbi gadung efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.






5. KLUWAK
kluwak-2Nama speciesnya Pangium edule Reinw. Kluwak diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas permukaan laut)  di seluruh Indonesia.
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji kluwak yang masih muda. Biji kluwak mengandung bahan kimia asam sianida yang sifatnya beracun, mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, bila terhirup binatang ternak dapat mengakibatkan kematian, namun aman untuk pengawetan ikan.

6. TEMBAKAU
tembakau-2Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah batang dan daunnya. Senyawa yang dikandung adalah nikotin. Ternyata nikotin ini tidak hanya racun untuk manusia, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk racun serangga Daun tembakau kering mengandung 2 – 8 % nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf yang bereaksi cepat. Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga sehingga efektif untuk mengendalikan hama pengisap juga serangga seperti: ulat perusak daun, aphids, triphs, dan pengendali jamur (fungisida).



7. CABE RAWIT
cabai-2Buahnya mengandung kapsaisin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pemati rasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine dan steroid saponin (kapsisidin).

UPTD Laboratorium Dinpertan TPH Kabupaten Grobogan mulai membuat pestisida nabati sejak tahun 2009 dan diuji di lapangan pada kegiatan kaji terap pestisida nabati pada tanaman padi di Kecamatan Purwodadi dan Klambu serta pada tanaman kedele di Kecamatan Toroh. Pestisida nabati digunakan sebelum hama mencapai ambang pengendalian. Hasilnya pestisida nabati dapat menekan populasi hama pada tanaman padi dan kedele. Untuk selanjutnya di aplikasi di Kecamatan lainnya di Kabupaten Grobogan.

diagram-1
Sumber : UPTD Laboratorium Dinpertan TPH Kabupaten Grobogan

Profil Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI)


Berawal dari program Integrative Farming System (IFS) yang dicanangkan oleh CSR PT. Tirta Investama Plan Cianjur, masyarakat tani Kecamatan yang terdapat di tiga Desa Kecamatan Gekbrong yakni Desa Gekbrong, Desa Songgom, dan Desa Kebonpeuteuy menjadi masyarakat yang sadar lingkungan dan sadar akan masa depan dengan menerapkan sistem keterpaduan pertanian (IFS). Sadar lingkungan berarti menganggap alam ini adalah suatu amanah yang merupakan tempat tinggal serta penghidupan yang harus dinikmati secara arif dan bijaksana serta berkelanjutan. Sadar lingkungan pun bisa berarti kepedulian terhadap sesama masyarakat dan membangun nilai-nilai lokalitas serta bisa memajukan perekononian daerah dengan mengajak serta menerapkan pertanian yang ramah lingkungan.
Masyarakat Kecamatan Gekbrong pada awalnya merupakan masyarakat yang awam dan banyak digunakan oleh segelintiran orang untuk kepentingan politik dan ekonomi oleh kalangan tertentu. mereka pada posisi yang lemah dan tidak berdaya melihat kekuatan ekonomi serta kekuatan politik dari beberapa kalangan. Sehingga saat diwawancara secara langsung mereka merasa muak dan tidak percaya terhadap siapun yang datang pada mereka untuk mengembangkan mereka. Akan tetapi, saat datangnya Program IFS yang dilakukan oleh CSR PT. Tirta Investama, masyarakat merasakan hal yang berbeda, karena Program CSR ini lebih peduli terhadap masyarakat tanpa ada kepentingan politik atau ekonomi. Malahan Program ini masyarakat menyadarkan bahwa masyarakat memiliki kekuatan politik untuk membangun daerahnya. Selain itu, Program ini benar-benar membangun perekononian masyarakat sekitar sehingga  berdampak pada peningkatan pendapatan mereka. Program ini pun, masyarakat serasa diperhatikan karena para petugas CSR selalu cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada khusunya dalam bidang pertanian.
Pada bulan Oktober 2011, para petani mengusulkan kepada CSR untuk memfasilitasi dan membentuk lembaga berbeda dengan sebelumnya. Mereka ingin melihat sejauh mana peran yang dilakukan oleh perusahaan dengan membandingkan program-program lainnya yang berada di wilayahnya. Sehingga terbentuklah Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia dalam sebuah acara Sekolah lapang yang dicanangkan oleh PT. Tirta Investama pada tanggal 5 Oktober 2011 dan mengikrarkan prasasti HIPOCI yang bunyinya sebagai berikut;
“dengan menyebut bismillaahirahmaanirrahiim,  kami bertekad, untuk senantiasa menjalankan pertanian organik serta tergabung dalam himpunan petani organik. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kami beribadah kepada Allaah SWT, berikhtiar mencari rezeki, memajukan usaha, mematuhi aturan kelompok serta anjuran pendamping CSR. Allaah menjadi saksi, atas segala yang kami ucapkan dan lakukan.”
Prasati ini dibacakan oleh Bapak Endang selaku ketua Gapoktan Kecamatan Gekbrong dan di ikuti dari patani 3 Desa diantaranya Desa Gekbrong, Desa Songgom, dan Desa Kebonpeuteuy.  Acara ini pada awalnya dihadiri dan dibuka oleh Bapak Lurah Asep selaku Lurah Desa Gekbrong dan sebagai pembicara adalah penyuluh setempat yakni Bapak Pepen Permana, SP. Pada pertemuan itu juga diputuskan bahwa Bapak Eji Kaeji menjadi Ketua Umum dan Bapak Endang sebagai Seketaris.
                Babak baru Hipoci berkiprah dengan memiliki 6 cabang kelompok yang dinaunginya, diantaranya Kelompok tani, kelompok ternak domba, kelompok ternak ayam pelung, kelompok ternak kelinci, kelompok ikan, dan kelompok jamur. Adapun jumlah anggota saat itu, adalah 62 anggota padi pandan wangi dan sehat, 60 anggota ternak domba, 30 anggota kelompok kelinci, 10 anggota kelompok jamur, 23 anggota ayam pelung, dan 10 anggota kelompok ikan.  Sedangkan daerah yang  dikembangkan saat itu, Kp. Pajagaan, Kp. Pasirtulang, Kp. Lapang, Kp. Bangkuong, Kp. Nanggaleng, dan Kp. Songgom.
                Tidak hanya itu, cepat tanggap serta perhatian pendamping CSR terhadap permasalahan yang dihadapi petani, menjadi faktor kuat yang mendukung keberhasilan serta kekompakan dalam HIPOCI. Seiring berkembanganya banyak rintangan, ancaman, serta fitnah datang terhadap kelompok membuat lebih kuat dan kompak. Usaha serta organisasi tetap berjalan bahkan semakin berkembang. Pendamping CSR dengan sabar membina serta membimbing petani dan mengajarkan bahwa petani harus mempunyai kekuatan serta kemandirian dalam kelompok. petani mesti terbuka terhadap teknologi tepat guna.
Para petani yang tergabung dalam HIPOCI ini berkeinginan untuk ikut serta program pemerintahan yang mencanangkan go green untuk memerangi pemanasan global (global warning). Petani merasakan dengan menggunakan organik sangat menguntungkan masyarakat tani karena biaya yang murah, hasil yang yang meningkat tiap tahunnya, dan harganya yang sangat menguntungkan hasilnya.  Melihat ada kesatuan misi dan misi dalam lingkungan maka ini menjadi tugas hipoci untuk mengajak dan mengkampanyekan pertanian organik. Konsep yang diterapkan oleh HIPOCI merupakan pertanian yang terpadu atau dengan kata lain Integratif Farming Sistem. Konsep ini menuntut semua bidang yang terhimpun saling keterkaitan sehingga tidak dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dalam perkembangannya HIPOCI berhasil mengembangkan sampai tiga desa dengan keanggotaan 392 orang.

Kamis, 20 Desember 2012

Potensi Sorgum



AZ Unpad1.1 (white sorghum)
AZ Unpad1.1 (white sorghum)
Sorgum yang ditemukan di Afrika 5000 tahun yang lalu sampai sekarang merupakan tanaman penting ke lima dunia, dan merupakan tanaman serealia penting ke tiga di Amerika Serikat yang merupakan eksportir sorghum terbesar di dunia. Meksiko dan Jepang dikenal sebagai importir sorgum dunia. Seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan baik sebagai pangan, pakan ternak atau sebagai bahan baku industri.
Tanaman sorgum mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan tanaman serealia lainnya seperti jagung dan gandum yaitu:
  • mempunyai daya adaptasi yang relatif luas dan dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah meskipun kurang tahan terhadap tanah masam (pH<5) terutama yang banyak mengandung Al,
  • tanaman sorghum lebih tahan kekeringan dan panas karena sorghum paling sedikit kebutuhannya akan air dibanding jagung dan gandum, sehingga dapat diusahakan di lingkungan semi-arid (kering),
  • kandungan nutrisi biji sorgum cukup tinggi bila dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan gizi masyarakat.
Secara nasional potensi areal lahan marjinal di Indonesia yang meliputi lahan tadah hujan dengan satu kali tanam setiap tahunnya, lahan tegalan dan lahan sementara tidak diusahakan mencapai lebih dari 8 juta hektar.  Dalam satu dasawarsa pertumbuhan lahan kering di Indonesia cukup tinggi sebagai akibat pengolahan tanah yang tidak memperhatikan kaidah kelestarian (sustainability). Sorgum yang secara agronomis mempunyai beberapa kelebihan sangat menjanjikan dan potensial sekali untuk dikembangkan di lahan-lahan marginal tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan pangan di Indonesia (sebagai pangan alternatif). Hal ini mengingat proyeksi akan kebutuhan pangan yang mencapai 64,214 juta ton beras pada tahun 2025 sesuai prediksi dari Bank Dunia, sehingga diperlukan pengamanan dan diversifikasi pangan di Indonesia. Untuk itu Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah mengembangkan sorgum untuk pangan (whitesorghum) diantaranya yang potensial adalah genotip unggulan AZUnpad1.1 dan beberapa genotip elite sorgum manis (sweet sorghum).
http://anaszu.wordpress.com/2010/03/20/strategi-dan-peluang-pengembangan-sorgum-di-indonesia/

Testimoni

Bapak Uloh (petani kontakan) “ Alhamdulillah, saat Bapak (CSR) datang dan memberikan arahan mengenai tanam sedikit 3-4 pertanam padi dengan usia muda, pada hasil panen yang dulunya mendapatkan 2,5 kwintal sekarang meningkat menjadi 5 kwintal.”



Bapak Ust. Dili (DKM Al-Ikhlas pajagaan) “selama ini kami (masyarakat Pajagaan) merupakan alat atau orang yang Tulis Punggung, bantuan yang semestinya merata dimasyarakat hanya dinikmati oleh sebagian orang. Akan tetapi saat adanya pendampingan CSR PT TIV kami serasa ada yang memperhatikan. Kami dalam dampingan mendapat ilmu, kekompakan, aturan yang sesuai hati, dan perhatian terhadap usaha kami.”


Bapa ismail "Pendampingan PT Tirta Investama membuat kami, belajar lebih dewasa dalam menjalani kemasyarakatan, kerjasama, kepercayaan, serta keterbukaan. selain itu, para pendamping mengajarkan pada kami mandiri serta fokus dalam menjalankan usaha."

  
Bapak RT Rosyid (Pada Beunghar)"20 tahun saya berorganisasi di sini (Desa Gekbrong) tidak ada satupun dari organisasi tersebut yang benar atau dengan kata lain pro pada petani, adapun mereka memanfaatkan petani untuk kepentingan mereka. akan tetapi apa yang dilakukan oleh CSR PT Tirta Investama, menghancurkan kebekuan saya. baru pertama kalinya saya merasakan berbeda dari pendampingan CSR, kelompok yang dibentuk mengajarkan kebersamaan untuk maju, mengajarkan keterbukaaan baik dalam masalah ataupun masalah organisasi, mengajarkan kepercayaan bahwa dalam kelompok tidak bisa ditanggung oleh ketua akan tetapi oleh seluruh anggota. hanya pendampingan inilah yang peduli pada kami petani kecil.

Bapak Sudeng "Andai kata yang lain menurut maka semua akan senang. kenapa Pendampingan yang dilakukan oleh CSR PT. Tirta Investama mengajarkan pertanian yang sangat sehat, sehat untuk kita, sehat untuk ekonomi masyarakat, sehat bagi mereka yang mengkonsumsi makanan hasil panen kita. bayangkan penggunaan pupuk hemat 30 %, demikian dengan bibit, selain itu meningkatkan hasil panen sampai 200 kg. dan kami senang dengan pendampingan tersebut karena nyata dan tersa bagi kami.


Bapak Solihin (Ketua Pemuda Kp. Pajagaan) "terima kasih terhadap CSR PT. Tirta Investama, pemerdayaan terhadap pemuda dalam peternakan dan pertanian telah kami rasakan. selain itu hanya pendampingan dari CSR-lah selain memberdayaankan kami, CSR juga memberikan arahan yang jelas serta cepat tanggap dalam masalah yang kami alami.