Laman

Selasa, 10 Maret 2015

Suara Petani Tanggapi (Beras Naik) Bagian I

waduuh harga beras naik.... petani alasanya pupuk mahal dan obat mahal... memilukan akang2 dan teteh sekarang rakyat banyak yang angkat bicara kenapa? boleh saya tahu problem utamanya ? monggo kang dan teteh tulislah keluh kesahnya.....
Suka ·  · 2724
  • Sun Ndari Kang sani pestisida organik tuk pencegahan wereng apa ya?Mohon penjelasanya.
  • Ipung Permadani Biarr pak taniii senyummm
  • Sani Hipoci Cianjur kang Ipung tersenyum tapi yang lain menderita ga tega kang.... dulu pernah ngitung pertanian organik biayanya untuk 1 kg beras 1500 rupiah kang....
  • Sani Hipoci Cianjur nanti bu kita bahas dengan tag yang lain...
  • Surahmad Prasetyo saya kira sudah biasa hukum pasar ketika barang sudah menjadi kebutuhan banyak orang maka akan terjadi gejolak harga inilah peluang bagi mafia2 di dlmnya.
    Seiring berjalanya waktu kedepan semua kebutuhan akan naik..bukan malah akan tetap2 saja.meskpun
    apa bedanya sama pemerintah2 sbelumnya meskpun ada juga lain komoditi ada gejolak permainan harga.
  • Didi S Mari kita(petani) bersatu untuk memangkas biaya produksi dan tidak terlalu banyak persinggahan hasil komoditi agar harga tidak terlalu dipermainkan.
  • Iwan Hadly Mahalnya harga beras tidak serta merta hidup petani jadi sejahtra..krena sebagian petani justru gabah habis terjual setelah panen selesai guna menutupi kebutuhan sehari2,pupuk dan hama jg ikut andil dlm maslh petani..salahsatunya tikus yg dpt urutan pertama,karena punahny pemangsa tikus,ular sawahpun skrg sll d buru krn laku d jual.
    Maka dlm hal ini mngkn instantsi pemerintah terkait, desa khususny yg hrs mengaktifkn lg fungsi2 KUD,selain menyediakn kbthn petani,menampung hsl petani,penyuluhan,jg mengatasi harga pasar,tengkulak pastinya.
  • Sholihul Hadi berbicara soal beras mungkin saya akan berkomentar banyak, silahkan di caci maki jika ada yang salah.

    kemarin sempat berdebat di group kampung hanya karena pembagian Raskin yang tak layak konsumsi, di situlah saya harus berhadapan dengan para petani (
    gapoktan) masyarakat umum dan SKPDesa.

    pihak petani sampai sekarang masih mewarisi yg sulit hilang, yaitu pupuk kimia yang panas akan subsidinya. mengharapkan panen melimpah dg biaya serendah mungkin, mengharapkan ada bantuan benih, pupuk bahkan kompensasi jika gagal panen. jika berhasil dg panen melimpah petani merasa bangga dan akan mencoba bertahan menyimpan selama mungkin sampai harga gabah melonjak tinggi dengan harapan untung banyak. itu kalau dirinya merasa cukup, kalau merasa kekurangan petani akan menjual ke tengkulak dengan harga miring. di sinilah peran harga komoditi (jantungnya) di permainkan, bisa naik gak bisa turun. 

    di kota kami (KUDUS - Jawa Tengah) tiap gapoktan mendapatkan bantuan benih dan pupuk kimia (Urea dan ZA) dan dana sebesar 100 juta (stimulan). dana tersebut untuk di pinjamkan ke petani maksimal 2jt dg jaminan bpkb motor atau sertifikat rumah. bayar pinjaman saat panen (4bulan) jika belum mampu bayar cuma bayar bunga 128rb begitu seterusnya. ini proyek besar dari dinas, dan aji mumpung bagi petani. meski dg jaminan tak hayal banyak yg gak bayar karena si peminjam dekat dg yg mengelola pinjaman tersebut. selain itu jika ada bantuan alat entah traktor maupun pompa air gak ada yg mengetahui dan di klaim oleh SKPDesa. ini yg jadi demokrasi tak sehat dari dulu, selama orangnya doyan daging sulit untuk jujur, bukan berarti untuk semuanya. kembali ke beras, dari cacatnya beras miskin atau yg lain gak layak konsumsi karena dg sistem kimia. beras yg pakai kimia entah dalam pemupukan maupun pestisida gk bisa bertahan lama. berbeda dg sistem organik. kalau di sini beras mahal di isukan di borong oknum Jakarta 3000 ton. padahal kalau swasembada pangan saya rasa gak ada kendala di kota ini, karena sudah ada kampung yg jadi lumbung padi. saat media memuat beras cuma harga 10rb di sini beras IR4 malah 11500.

    soal pengendalian hama atau hasil panen, petani gak bodoh amat. cuma tingkat kerjasama atau kebersamaan yg kurang. di saat yg lain belum tebar benih yg merasa mampu sudah tebar duluan. di saat yg lain tanam padi yg lain malah tanam palawija. ini yg membuat hama terus berevolusi tiada henti, apalagi penggunaan pupuk kimia yang terlalu lama merusak unsur hara tanahnya. di saat yg lain menggunakan pupuk kompos sebelah gak mau karena ada pupuk kimia bantuan. sudah bisa di tebak tikus dan hama lainnya silih ganti berdatangan. itu cuma sekian kecil petani yg gak jadi sentral lumbung padi kampungnya.

    soal regulasi beras se_indonesia akan saya jawab setahuku bukan analisa. kebetulan saya kenal orang yang berperan di badan pertahanan pangan Jawa Tengah, saya tahu banyak dari beliau. dia yang mensuplai bulog jateng dan yg lainnya. sungguh luar biasa tiada henti regulasi/perputaran beras tiap harinya. beliau sudah hafal dan gak kalah cepat info daerah mana yg panen melimpah. di situ beliau ambil dan mendistribusikan ke daerah". bukan import dari luar negeri, beliau gak pernah ambil untung banyak yg penting para pekerja gajian setimpal, dan daerah gak kekurangan beras. saya tahu betul karena beliau dulu orang gak punya bahkan dulu merantau cuma jualan balon. dia pernah miskin jadi tahu gimana rasanya. nah kalau pemerintah import itu buat menutupi kekurangannya ataukah??? saya gak mau kepo dan analisa ngawur.

    tahun kemarin para petani tebu di jawa kebingunan soal giling bahkan pemasaran. di kalimantan malah teriak gak ada gula pasir maupun gula merah. ahhh saya gak mau terlalu banyak bahas yang sekelas nasional. bahas kategori sekota saja sudah pusing minta ampun. Tahun ini kota sudah di targetkan bayar cukai rokok 36 Trilyun / Tahun belum lagi pajak lainnya. dg pengembalian sekitar 200 Milyar. Di sini tiap tahunnya ada Pelatihan Keahlian Gratis tis tis bagi warga, ntah beternak, otomotif, tata boga dll. Lulus (paling lama 3 bulan) dapat modal maupun alat penunjang. bahkan tahun ini ada program KUP (Kredit Usaha Produktif) dari PemKab satu-satunya Se indonesia. Pinjaman tanpa jaminan, bunga 6%/th nominal pinjaman 5-20jt. Hujan duit bagi SKPD maupun oknum yg terlibat di dalamnya.

    saya sebagai orang biasa sudah maksimal berperan membantu masyarakat semampunya. Sering bergadang belajar tentang bakteri untuk pertanian dan peternakan. Mencari kenalan Dosen Teknik untuk menimba ilmu. Rela resign dari Perusahaan hanya untuk Berwirausaha membuka lapangan baru. mencari link/kenalan untuk saling berbagi cerita mencari solusi seputar masalah sosial.

    ah kalau hari ini bisa makan nasi besok tidak. saya setidaknya tidak mengeluh dg mengekspose di media sosial dan berfikir masih hidupkah aku esok?
  • Abdul Azis Bukan dari petani klo harga brs mahal tp tengkulak yg kebykan untung...
  • Heri Susanto Se7 ama mz Abdul Azis,d tmpt tinggalq jg bgtu beli dr petani murah trs d jual lg ama tengkulak dgn harga mlh ( lbh dr 1500/kgx,dlm bntk beras). Pengalaman pernah jual k konsumen lgsg d kota
  • Umar Fatih Kurniawan Klompok tani gak banyak membantu.. di desa saya saja ketua kelompok tani hanya memikirkan kantongnya sendiri.. dan sibuk hanya saat ada kunjungan dari instansi terkait.. 
  • Icha Rania keluarga saya sndripun hanya bisa brtni untuk kluarga aja,
  • Sholihul Hadi berbicara soal gapoktan sebenarnya mempunyai peran penting. di samping bersosialisasi dg petani lain juga menjadi petani yang smart, di situ bisa saling share and care tentang pertanian. gak semua kepintaran maupun kecerdasan petani sama. manfaatnya ju...Lihat Selengkapnya
  • Umar Fatih Kurniawan saya sendiri tidak tau asal usul terpilihnya kang.. tapi yah begitu di Sini tempat saya tinggal memang seperti itu.. mau laporan saja susah banget.. 
  • Icha Rania sabr ajj kang
  • Kakung Kalau pendapat saya...
    Pemerintah saatx harus berani merombak secara struktural mulai tingkat atas dan tingkat daerah.
    ( begron yg punya pengalaman suka blusuk-an.).

    Mutasi/roling besar2an diacak diseluruh wilayah indonesia.
  • Indah Hydroganicfarm'r masing2 daerah punya problem sendiri2, tugas kita semua untuk mengatasinya, dan juga niatkan itu semua sebagai ibadah.
  • Jhon Bintang Skrng tinggal moral pemimpinnya sodaraku kita bnyak brdoa aja supaya mndapat pemimpin amanah orang baik n ju2r memang bnyak g suka mari kawan bri smangat&doa kpd bapak2 yg mengemban amanah TUHAN MAHA MENDENGAR
  • Sholihul Hadi gak perlu sok-sokan ngajari pemerintah. pemerintah yang mana? pemimpin yang mana? mau di pimpin atau enggak? gak perlu menganalisa terlalu jauh soal negara atau presiden jika kalian gak pernah tau apalagi berbuat sesuatu untuk sekitarmu. LEGAL STANDING...
  • Wiwik Murtiasih Nek katanya pak Presiden, ada pihak yang bermain agar pemerintah buka kran impor...
  • Bambang Cipto Utomo harga beras ku tetap tidak naik
  • Samudi Djainuri negara tidak adil dan bijaksana terkait penggunaan subsidi,
  • Kakung Pokoknya kalau pola dan sistem yg sdh baik dirobah dampaknya ya gini.harus berani Bongkar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar